Pengentasan Kemiskinan Jadi Fokus Pemkab Penduduk Miskin Ditargetkan turun menjadi 11 persen

371
GELAR RAKERNIS : Bappeda Tanggamus menggelar Rakernis Penanganan Kemiskinan di Hotel 21 Gisting, Selasa (10/4). Foto: Rio Aldipo

GISTING – Pengentasan Kemiskinan menjadi salah satu prioritas Pemkab Tanggamus. Saat ini persentase kemiskinan di Tanggamus mencapai 13,25 persen atau berada di peringatan 11 dari 15 kabupaten/kota se Provinsi Lampung.

Sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanggamus mengadakan rapat kerja teknis (Rakernis) Penanganan Kemiskinan, Selasa (10/4) di Aula Hotel 21 Gisting.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Bidang Ekobang FB Karjiyono ini diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, kepala seksi Kesmas yang ada di kecamatan, BUMD dan dunia usaha.

Menurut Kepala Bappeda Tanggamus Hendra Wijaya Mega persentase jumlah kemiskinan di Tanggamus tahun 2017 berdasar data dari BPS Tanggamus sebesar 14,25 persen, kemudian di awal tahun 2018 turun menjadi 13,25 persen.

“Untuk mengentaskan kemiskinan di Tanggamus ini perlu kerja keras antar stake holder, maka dari itu untuk pertama kalinya kita mengadakan rakernis yang difasilitasi oleh Bappeda. Targetnya selama dua tahun kedepan kemiskinan di Tanggamus turun diangka 11 persen atau peringkat ke 8 dari 15 kabupaten/kota, “kata Hendra.

Dilanjutkan Hendra, bahwa dalam rakernis ini memang sengaja mengundang seluruh camat ditambah adanya dukung dari dunia usaha.

“Camat lebih tahu potensi apa yang bisa dikembangkan diwilayahnya begitu juga pihak swasta dengan membuka lapangan pekerjaan. Maka itu dalam rakernis ini kita menyamakan persepsi sebab sekarang sudah ada dana desa (DD) dan program gerbang Saburai, terlebih Presiden RI Joko Widodo sudah mengintruksikan pengentasan kemiskinan melalui prgram padat karya, “terang Hendra.

Ditambahkan Hendra bahwa pemkab memfokuskan tiga sektor sebagai upaya mengurangi kemiskinan yakni sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan dan program manfaat.” Ketiga sektor ini harus diawasi, misal kalau pendidikan camat dan dinas pendidikan lalu program manfaat seperti program keluarga harapan (PKH) juga begitu sehingga program bantuan tepat sasaran, “pungkas Hendra.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekobang FB Karjiyono berharap melalui rakernis bisa meningkatkan kualitas penerima manfaat yang tepat sasaran melalui fokus program-program kepada masyarakat miskin agar lebih efektif dan efesien.” Dengan demikian kelompok masyarakat yang seluruhnya tidak terjangkau dan belum mampu mengakses kegiatan produktif yang bersifat normal dan kelompok masyarakat yang masih berada dibawah kemiskinan bisa terbantu, “katanya.

Masih kata Karjiyono, sebagai upaya pengentasan kemiskinan berjalan secara sinergis dan berkelanjutan harus dilakukan melalui dua sisi secara terpadu yaitu dari sisi penghidupan masyarakat miskin maupu sisi produksinya. Dari sisi penghidupan yakni melakukan intervensi untuk pengembangan kualitas SDM agar dapat memutus rantai kemiskinan yang biasanya diturunkan secara antar generasi pada keluarga miskin tersebut. Lalu dari segi produksi diupayakan agar kelompok pendapatan rendah dapat berpartisipasi dalam kegiatan produktif.

“Untuk itu penyediaan program dan layanan pembangunan diupayakakan adanya sinergi antara perencanaan dan penganggaran agar berpihak pada masyarakat miskin atau pengangguran kemiskinan, “kata Karjiyono.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here