Hingga Hari Kedua, Pelaksanaan UN SMA Berjalan Lancar

11
BERJALAN LANCAR : Pelaksanaan UNBK tingkat SMA hingga hari kedua berjalan lancar. Foto Hanibal Batman

KOTAAGUNG — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Tanggamus hingga hari kedua berlangsung dengan lancar

Menurut Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tanggamus, Ruslan, terhitung hari pertama pada Senin (9/4) hingga hari kedua pelaksanaan Selasa (10/4) tidak ada laporan kendala dari sekolah. “Kami tidak terima laporan gangguan dari sekolah-sekolah, tandanya pelaksanaannya lancar,” ujarnya, Selasa (10/4).

Ia menjelaskan, dalam sistem UNBK yang terpenting adalah listrik dan jaringan internet. Jika keduanya tidak ada masalah maka UNBK berlangsung lancar. Dalam artian pelaksanaan tidak tertunda, bisa terlaksana sesuai waktunya.

Untuk itu, bagi sekolah yang laksanakan UNBK memang dituntut bisa mengatasi masalah yang timbul. Seperti jika listrik padam maka sekolah sudah siapkan genset sebagai penyuplai listrik pengganti. Sehingga pelaksanaan UNBK tidak tertunda karena menunggu listik menyala lagi.

Sedangkan jika terkait jaringan internet maka segera melapor agar diberi tambahan waktu dari pusat untuk ganti waktu yang hilang akibat gangguan internet. Hal terpenting dalam UNBK adalah secepatnya melapor dan berkoordinasi agar peserta UN tidak dirugikan.

Untuk sekolah penyelenggara UN di kelompok SMA ada 26 sekolah. Di dalamnya memang ada sekolah penyelenggara, dan sekolah yang menggabung ke sekolah penyelenggara.

“Di Tanggamus cenderung sekolah sudah mengikuti UNBK baik menyelenggarakan sendiri atau menggabung. Secara umum ada sedikit yang masih menggabung. Itu karena pengaruh sinyal dan belum tercukupi jumlah komputernya,” ungkap Ruslan.

Dijelaskannya, untuk UNBK, pihak sekolah harus menyediakan komputer setara dengan 30 persen jumlah siswa yang UN. Dengan jumlah tersebut maka bisa diselenggarakan tiga sesi ujian, yakni pukul 7.30 WIB, pukul 9.00 WIB, dan pukul 14.00 WIB. “Apabila sekolah sudah miliki banyak komputer maka cukup satu atau dua sesi penyelenggaraan saja,” terang Ruslan.

Sedangkan sekolah yang bergabung disesuaikan dengan sekolah yang jadi tujuan bergabung. Pastinya sekolah yang menerima gabungan menyelenggarakan UN hanya satu atau dua sesi saja, sisa sesi dimanfaatkan bagi sekolah yang menggabung.

“Untuk yang menggabung misalnya SMAN Pematang Sawa yang gabung ke SMA Kota Agung, SMAN 2 Ulu Belu bergabung ke SMAN 1 Ulu Belu. Kalau subrayon lainnya rata-rata sudah menyelenggarakan mandiri seperti sekolah-sekolah di subrayon Talang Padang, Bulok, Gunung Alip,” papar Ruslan.

Kemudian pelaksanaan UNBK di SMAN 2 Kota Agung berlangsung lancar. Ada 167 siswa jadi peserta pada tahun ini. Sekolah ini sendiri sudah melaksanakan UNBK tiga kali sejak 2015/2016.

Menurut Basariah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pelaksanaan UNBK di hari pertama lancar, tidak ada pemadaman listrik dan jaringan internet lencar. “Alhamdulillah tidak ada masalah listrik tidak padam, kalau misalnya padam kami juga sudah siap. Listrik itulah yang terpenting,” ujarnya.

Selanjutnya siswa yang ikut UNBK sekolah ini seluruhnya siswa sekolah tersebut, tidak ada siswa sekolah lain yang menumpang UNBK di sekolah ini. Pelaksanaannya pun menerapkan tiga sesi yakni pukul 7.30 WIB, pukul 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB di dua ruang ujian.

“Untuk siswa tidak ada masalah, karena kami sudah melakukan simulasi sebanyak tiga kali. Jadi mereka pasti bisa menjalani UNBK,” kata Basariah.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here