Perahu Hanyut, Warga Terpaksa Lewati Jembatan “Horor”

1074
TERPAKSA GUNAKAN JEMBATAN :Perahu penyebrangan yang biasa beroperasi di Sungai Way Semaka hanyut terbawa banjir, Selasa (3/4). Akibatnya, warga saat ini terpaksa melalui jembatan gantung Banjarnegara, meski kondisi jembatan saat ini sudah tidak laik. Foto dibidik Rabu (4/4). (Foto Uji Mashudi)

WONOSOBO – Perahu penyebrangan yang biasa beroperasi di sungai Way Semaka, tepatnya dibawah jembatan gantung Banjarnegara hanyut terbawa banjir, Selasa (3/4) Malam. Akibatnya, kini warga terpaksa harus menggunakan jembatan gantung Banjarnegara sebagai jalur alternatif untuk menuju Kecamatan Semaka maupun Wonosobo, padahal jembatan gantung ini kondisinya sudah tidak laik lagi untuk dilalui.

Ardi, salah seorang warga Wonosobo mengaku, terpaksa melewati jembatan gantung Banjarnegara ketimbang harus memutar arah melalui jembatan Karanganyar maupun jalan lintas barat, sebab dirasa cukup jauh serta memakan waktu yang cukup lama.

“Sebelumnya saya sering lewat perahu, tapi karena perahunya sekarang sudah hanyut jadi terpaksa harus lewat jembatan gantung,” katanya, kemarin.

Jembatan gantung penghubung Pekon Banjarnegara Kecamatan Wonosobo dengan Pekon Kanoman Kecamatan Semaka itu kondisinya memang sudah tidak layak. Sebab, selain kondisi jembatan yang sudah miring, tali selingnya juga banyak yang putus.

“Pengait papan sebagai alas jembatannya juga sudah banyak yang lepas. Meski sebenarnya saya takut melewati jembatan ini, tapi mau gak mau ya harus lewat jembatan ini untuk mempersingkat waktu, ” ujar Ardi.

Senada dikatakan Junai, warga Kotaagung yang setiap harinya melewati sungai Way Semaka ini mengaku terpaksa melewati jembatan gantung. Sebab, perahu penyebrangan yang biasa beroperasi di bawah jembatan gantung Banjarnegara sudah hanyut. Begitu juga perahu penyebrangan yang berada di Pekon Sudimoro Kecamatan Semaka saat ini belum dioperasikan lantaran kondisi debit air sungai masih cukup tinggi.

“Kalau perahu yang di Sudimoro itu belum beroperasi karena air sungai masih tinggi, jadi terpaksa lewat jembatan gantung, ” ungkapnya.

Sementara itu, Roni, warga Kanoman mengatakan, jembatan gantung Banjarnegara ini masih difungsikan karena tuntutan dari warga. Sebab, jembatan gantung ini masih menjadi akses vital bagi warga di Kecamatan Wonosobo maupun Semaka, khususnya anak sekolah.

“Warga yang minta jembatan ini difungsikan. Karena kalau banjir, perahu tidak bisa beroperasi, jadi anak sekolah pasti lewat jembatan ini,” katanya.

Jembatan ini juga, lanjut dia, dibuka hanya sampai sore hari. Sebab jika malam hari tidak ada yang menunggu.”Kalau malam tidak ada yang nunggu, jadi tidak ada yang mengatur lalulintas jembatan. Makanya jembatan ini hanya dibuka sampai sore, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Setdakab Tanggamus Firman Ranie mengaku belum menerima adanya laporan perahu yang hanyut. “Ya, kita belum terima laporan mengenai kerugian yang diderita warga akibat meluapnya sungai Way Semaka dan Way Semuong,” kata Firman seusai meninjau banjir di Pekon Banding Kecamatan Bandarnegerisemuong, kemarin.

Kemudian mengenai soal ganti rugi akibat dari banjir bandang, Firman mengatakan bahwa pemkab tidak memberikan ganti rugi, hanya saja sifatnya membantu untuk meringankan beban penderitaan warga.” Tidak ada ganti rugi, sebab pemkab tidak memiliki dana untuk itu, hanya saja kalau sekadar membantu, pemkab masih memiliki dana,” ujar Firman  diamini Asisten Bidang Ekobang FB.Karjiyono.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here