Gerak Cepat Pemkab, Way Semuong Segera di Talud

1013
AMBIL LANGKAH CEPAT : Pemkab Tanggamus mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan banjir yang di Pekon Banding Kecamatan Bandarnegeri Semuong yang diakibatkan oleh sering meluapnya sungai Way Semuong dengan cara membangun talud, langkah darurat itu diputuskan saat tiga Asisten Setdakab Tanggamus menyambangi Pekon Banding yang terdampak banjir pada Selasa malam (3/4). (Foto Rio Aldipo)

BANDARNEGERISEMUONG–Pemkab Tanggamus mengambil langkah cepat terkait sering meluapnya Way Semuong sehingga menyebabkan pemukiman warga di Pekon Banding Kecamatan Bandarnegerisemuong (BNS) kerap terendam air. Langkah cepat tersebut berupa rehabilitasi bibir sungai dengan pembangunan talud.

Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Ekobang FB. Karjiyono dan Asisten Bidang Administrasi Firman Ranie kepada awak media usai meninjau Pekon Banding Kecamatan BNS dan Kecamatan Semaka yang terdampak banjir, Rabu (4/4).

“Personel BPBD dan konsultan hari ini mulai bekerja melakukan pengukuran yang didampingi kepala Pekon Banding, sehingga titik-titik yang akan dibangun talud diketahui, difokuskan didaerah pemukiman, “ujar Firman.

Ditambahkan Karjiono, setelah konsultan menghitung maka selanjutnya dibuatkan surat keputusan (SK) tanggap darurat, sehingga dana tanggap darurat bisa keluar.” Masyarakat disitu sebenarnya tidak butuh bantuan beras atau mie instan, yang mereka inginkan hanya pembangunan talud, setelah dihitung konsultan angkanya ketahuan langsung action, untuk dananya bersumber dari APBD Tanggamus, “katanya.

Masih kata Karjiyono bahwa, pembangunan talud dibibir sungai yang dekat dengan pemukiman warga sifatnya jangka pendek, sehingga masih diperlukan normalisasi sungai dengan cara dikeruk.

“BPBD harus berkoordinasi dengan provinsi dan pusat untuk normalisasi sungai, sebab sungai Way Semuong adalah wewenang Pemprov Lampung, kita tidak punya dana untuk itu, jadi kalau ditalud tapi sedimentasi tidak dikeruk maka akan tetap terus meluap, ” kata Karjiyono yang diamini Firman Ranie.

Kemudian terkait, jalinbar tikungan Sempulur Gisting Bawah yang kerap tergenang, maka langkah cepatnya akan ditanam gorong-gorong segi empat (box culvert) sehingga air bisa mengalir dengan lancar.

“Selama ini kan air lewat dari atas jalan karena gorong-gorongnya tersumbat, belum lagi adanya bronjong yang menutup lubang jalan air. Untuk itu pihak P2JN sudah kesini alat berat eksavator juga sudah standby dilokasi untuk membersihkan sumbatan gorong-gorong, “ujar dia.

Mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan itu juga mengakui bahwa penyebab banjir di Tanggamus karena adanya kerusakan hutan.

“Hutannya sudah banyak yang gundul, jadi air hujan tidak terserap lagi ketanah, langsung meluncur kejalan dan pemukiman dengan membawa material lumpur dan ranting pohon, maka dari itu kita imbau masyarakat untuk stop melakukan perusakan hutan, kalau hutan gundul maka akan timbul bencana, seperti banjir dan tanah longsor, “pungkas Karjiono. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here