19 Pekon Terendam Banjir Akibat Luapan Way Semaka dan Way Semuong

932
DILANDA BANJIR BANDANG : Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanggamus sejak Selasa (3/4) Sore hingga Rabu (4/4) pagi menyebabkan sungai Way Semaka dan Way Semuong meluap. Akibatnya, 19 pekon yang ada di 3 kecamatan yakni Kecamatan Semaka, Wonosobo dan Bandar Negeri Semuong terendam banjir.(Foto Rio Aldipo)

SEMAKA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus sejak Selasa (3/4) Sore hingga Rabu (4/4) Pagi menyebabkan sungai Way Semaka dan Way Semuong meluap. Akibatnya, 19 pekon yang ada di 3 kecamatan yakni Kecamatan Semaka, Wonosobo dan Bandar Negeri Semuong terendam banjir.

Adapun 19 Pekon yang dilanda banjir yakni Pekon Srikuncoro, Sripurnomo, Sudimoro, Sudimorobangun, Kanoman, Tugurejo, Sidodadi, Garut dan Karangrejo Kecamatan Semaka. Kemudian, Pekon Karanganyar, Kalirejo, Dadirejo, Kalisari, Banjarnegara dan Banjarsari Kecamatan Wonosobo. Dan Pekon Sinarbangun, Gunungdoh, Banding dan Rajabasa Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

Dikecamatan Semaka, banjir terparah terjadi di Pekon Kanoman, dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Sedangkan di Kecamatan Wonosobo banjir terparah terjadi di Pekon Karanganyar dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter. Sementara di Kecamatan Bandar Negeri Semuong, banjir terparah terjadi di Pekon Gunungdoh, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Pantauan Radar Tanggamus Kemarin (4/4) Siang, sejumlah pekon yang dilanda banjir sudah berangsur surut. Namun ada juga banjir yang belum surut, seperti di Pekon Karanganyar, Kecamatan Wonosobo, Pekon Karangrejo, Sripurnomo dan Kanoman Kecamatan Semaka.

Selain merendam rumah, banjir bandang yang terjadi di 3 kecamatan tersebut juga merendam sejumlah areal persawahan, sekolah, tempat ibadah, dan tambak. Akibat banjir tersebut, sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Selain itu, petani juga terancam gagal panen. Pasalnya, padi yang rata-rata siap panen terendam banjir.

Banjir juga mengakibatkan satu perahu penyebarangan yang biasa beropersi di bawah jembatan Banjarnegara hanyut terbawa banjir.

Salah seorang warga Kanoman, Bargo mengatakan, banjir terjadi pada Selasa (3/4) Malam sekitar Pukul 20.10 wib. “Waktu itu memang hujan deras, tapi sekitar Pukul 20.10 Wib air sungai tiba-tiba dengan cepat naik ke pemukiman warga,”  katanya.

Warga yang sudah mulai mengetahui tanda-tanda datang banjir segera mengevakuasi perabotannya ke tempat yang lebih tinggi. “Ya, kita langsung naikin barang-barang seperti kasur, tv, kulkas ke tempat yang lebih tinggi supaya tidak terendam banjir,”  ujar Bargo.

Adanya musibah banjir ini langsung disikapi oleh Pemkab Tanggamus, sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya yang tengah dilanda musibah, Pj bupati Tanggamus Zainal Abidin mengutus tiga Asisten Setdakab sekaligus yakni Asisten Bidang Pemerintahan Paksi Marga, Asisten Bidang Ekobang FB.Karjiyono dan Asisten Bidang Administrasi Firman Ranie untuk meninjau daerah yang terdampak banjir.

Dalam tinjuannya ke Way Semuong, Firman Ranie menegaskan bahwa jalan satu-satunya agar banjir tidak terulang adalah dengan cara melakukan normalisasi sungai dan pembangunan talud.

“Pokoknya personel BPBD harus standby disini (Way Semuong) sebab konsultan mau datang untuk melakukan penghitungan, nanti pak kepala Pekon Banding mendampingi menunjukan titik-titik mana saya yang akan di talud,” ujar Firman Ranie.

Sementara itu, Kepala Pekon Gunungdoh Ruslin mengatakan, banjir akibat luapan sungai Way Semuong yang melanda pekonnya terjadi sekitar Pukul 20.00 Wib. Namun pada Pukul 01.00 Wib banjir mulai berangsur surut. “Dipekon kami ada sekitar 200 rumah yang terendam banjir,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Semaka Edi Fahrurrozi dan Camat Wonosobo Asri Yanto saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui jumlah rumah, sawah, tambak maupun sekolah yang terendam banjir. Namun ia menaksir sedikitnya ratusan rumah yang terendam banjir. “Ya, mungkin ada sekitar ratusan rumah yang terendam. Tapi kalau jumlah pastinya kami belum tahu, karena belum semua kepala pekon lapor,”  katanya.

Ia juga mengaku belum mengatahui secara pasti total kerugian akibat bencana banjir tersebut. “Kami juga belum tahu pasti berapa total kerugian, ada atau tidaknya korban jiwa atau rumah yang rusak. Nanti akan kita kumpulkan dulu data-data dari kepala pekon,” tukasnya.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here