De-Sa, Targetkan Bedah 500 Rumah Setiap Tahun

148
DEKAT DENGAN WARGA: Calon Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, memberikan buah kepada salah satu anak di Pekon Karang Brak belum lama ini. Foto Hanibal Batman

PEMATANGSAWA – Calon Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani akan terus berupaya meningkatkan derajat kehidupan masyarakat Kabupaten Tanggamus. Salah satu caranya melalui program bedah rumah apabila nantinya dipercaya memimpin Tanggamus selama lima tahun kedepan.

Hal ini disampaikan oleh, Dewi Handajani saat menjawab harapan dari masyarakat Pekon Martanda terkait bantuan bedah rumah yang tidak pernah dirasakan oleh masyarakat setempat. Ia mengatakan program bedah rumah sejatinya memang merupakan bantuan dari pusat langsung melalui Pemkab Tanggamus dan jumlah bantuan tersebut menurutnya sangat terbatas sehingga wajar apabila ada masyarakat yang belum merasakan bantuan tersebut.

“Bantuan bedah rumah termasuk dalam  55 AKSI De-Sa ASIK,  programnya adalah bedah rumah tidak layak huni, setiap tahunnya dengan target kurang lebih 500 rumah akan kita bantu,”kata Bunda Dewi, saat kampanye tatap muka di Pekon Martanda belum lama ini.

Terkait, harapan masyarakat yang menginginkan agar akses jalan dari Pekon Martanda bisa tembus ke Pekon Way Nipah, juga menjadi prioritas dari paslon nomor urut satu tersebut. Pemkab selama ini menurut Bunda telah berupaya agar jalan tersebut bisa dilalui oleh kendaraan khususnya roda empat, tentunya upaya selama ini yang belum optimal akan lebih dioptimalkan, sepanjang tidak melanggar peraturan yang ada.

“Tadi ada harapan bahwa masyarakat menginginkan ada infrastruktur jalan yang memadai dari Pekon Martanda menuju ke Pekon Way Nipah, mereka ingin melihat mobil Carry bisa masuk ke Martanda, selama tidak ada peraturan yang melarang dan anggarannya memadai akan diupayakan dibangun,sehingga tidak hanya mobil carry tetapi Mercy juga bisa masuk,”kata Dewi.

Sementara itu Solehan, salah satu warga setempat mengatakan, terbatasnya sarana infrastruktur jalan menghambat laju perekonomian masyarakat setempat. Hasil perekonomian masyarakat tidak bisa dijual karena minimnya sarana transportasi, sehari hari masyarakat mengandalkan transportasi laut, dan itu juga ada waktu-waktu tertentu, terkadang hasil perkebunan baik itu cengkeh, maupun buah-buahan harus menunggu waktu lama baru bisa diangkut untuk dijual ke pusat kota yakni Kotaagung.

“Mudah-mudahan apa yang ibu Dewi sampaikan, yaitu membuka secara bertahap badan jalan hingga bisa tembus ke Way Nipah bisa terlaksana, dengan begitu kami disini bisa menjual hasil perkebunan kami dengan harga mahal dan ongkos yang lebih murah, selama ini badan jalannya hanya bisa dilalui motor saja, melihat mobil bisa masuk sampai ke Martanda, adalah impian kami yang sampai saat ini belum terwujud,”terangnya.

Ia menambahkan, panjang ruas penghubung Pekon Way Nipah hingga Pekon Martanda sekitar 50 Kilometer, dan dahulunya pernah ada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), dan akses jalan yang telah bisa dilalui sekitar lima kilometer, dan sisanya sekitar 45 Kilometer merupakan badan jalan yang sulit dilalui.

“Saya rasa, warga yang miliki tanah tersebut, siap untuk menghibahkan tanahnya asal bisa dibangun badan jalan, kita harapkan dengan datangnya Bunda Dewi Handajani ke sini bisa melihat langsung kondisi kami, sehingga kedepannya kami disini juga diprioritaskan apabila kelak beliau terpilih sebagai Bupati,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here