Lestarikan Seni Budaya, Pemkab Gelar Lomba Tari

504
FESTIVAL BUDAYA: Salah satu peserta lomba menampilkan tari kreasi pada Festival Budaya Lampung dalam rangka HUT ke 21 Kabupaten Tanggamus, di Islamic Center Kotaagung. Foto: Zepta Heriyadi

KOTAAGUNG — Demi melestarikan budaya Lampung yang hampir punah karena pengaruh modernisasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menggelar lomba Tari Bedana dan Tari Kreasi. Kegiatan yang digelar di Islamic Center dan berlangsung selama dua hari (27-28/3) itu merupakan rangkaian dari HUT Tanggamus yang ke 21 Tahun.

Menurut ketua pelaksana lomba tari bedana dan tari kreasi, Sori Basari mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Tanggamus, Gandung Hartadi mengatakan, festival seni budaya lampung ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan. Setiap cabang perlombaan diikuti oleh 25 peserta.

“Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan peserta lomba. Kemudian yang terlibat mulai masyarakat umum dan sekolah,”katanya, kemarin.

Basori melanjutkan, festival itu merupakan agenda rutin setiap tahun. Hal ini dilakukan untuk lebih mengenalkan kesenian dan melestarikan kebudayaan yang ada di Tanggamus.”Budaya Lampung harus tetap terjaga, karena ini adalah warisan dari leluhur kita,”terangnya.

Selain itu, tambah Basori, kegiatan itu juga sebagai suatu wahana bagi peserta untuk mengimplementasikan hasil kegiatan pembelajaraan seni dan budaya dalam meningkatkan daya kreatifitas bagi peserta sehingga kedepan banyak bibit muda terampil dalam bidang seni dan budaya.

“Tidak hanya sampai disini saja, tapi jika nantinya ditingkat provinsi atau nasional mengadakan kegiatan serupa, peserta yang tadinya mendapatkan nilai terbaik bisa menjadi perwakilan dari Kabupaten Tanggamus,”ujarnya.

Sebelumnya, Pj Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, MT., dalam sambutannya pada pembukaan Tanggamus Expo dalam rangka HUT Tanggamus ke 21 Tahun mengatakan, tujuan dari diadakan perlombaan Tari Bedana dan Kreasi itu untuk menggali, melestarilan dan mengembangkan seni dan budaya daerah yang merupakan aset kebudayaan nasional, serta menumbuh kembangkan kecintaan generasi muda dalam mencintai seni dan budaya daerah.

“Kegiatan perlombaan itu selain untuk menumbuhkan kreatifitas sanggar yang ada di pekon maupun sekolah juga untuk mencari bibit baru dalam bidang seni baik seni tari dan bedana, serta meningkatkan keterampilan diri generasi sejak dini. Sebab, jika tidak dilakukan seperti ini maka dikhawatirkan kesenian maupun kebudayaan yang sudah menjadi tradisi dan turun menurun itu akan hilang terkikis oleh jaman,”tutupnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here