Diskes Ajukan 11 Puskesmas Untuk Diakreditasi

377
ilustrasi

KOTAAGUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tanggamus terus berupaya agar seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Tanggamus bisa mendapat akreditasi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Basri mewakili Kepala Diskes Tanggamus, Sukisno mengatakan bahwa tahun ini sebanyak 11 puskesmas akan diajukan untuk mendapat akreditasi, sebagai tahap awal, berkas 11 puskesmas sedang dipersiapkan kelengkapan dokumen  sebagai syarat kelengkapan administrasi di tiap puskesmas.

“Sekarang ini masih dalam tahap pendampingan dalam rangka penyusunan dokumen. Sebab dalam akreditasi tidak saja disurvei sarana dan prasarana puskesmas tapi juga dokumen puskesmas setempat, itu jadi syarat wajib,” ujar Basri, Senin (26/3).

Dilanjutkan Basri, selama tahun ini sudah membina 11 puskesmas agar sampai akhir tahun ini siap disurvei akreditasi. Pembinaan berupa melatih membuat segala keperluan administrasi, standar pelayanan puskesmas, dan pembinaan mental pegawai puskesmas setempat.

“Hal itu bukan terkait akan dilakukan survei akreditasi tapi juga untuk perbaikan pelayanan ke depannya. Jangan sampai puskesmas telah mendapatkan akreditasi justru pelayanannya turun. Dampaknya akreditasi bisa dicabut, sebab jika telah akreditasi maka evaluasi akan terus dilakukan,”ungkapnya.

Basri menjelaskan untuk 11 puskesmas yang diajukan akreditasi tahun ini di antaranya Puskesmas Sukaraja di Kecamatan Semaka, Puskesmas Siring Betik di Kecamatan Wonosobo, Puskesmas Way Nipah di Kecamatan Pematang Sawa, Puskesmas Sanggi di Kecamatan Bandar Negeri Semong (BNS).

Lalu Puskesmas Negara Batin di Kecamatan Kota Agung Barat, Puskesmas Pasar Simpang di Kecamatan Kota Agung Timur, Puskesmas Antar Brak di Kecamatan Pematang Sawa, Puskesmas Putih Doh di Kecamatan Cukuh Balak, Puskesmas Kelumbayan di Kecamatan Kelumbayan, dan Puskesmas Kelumbayan Barat di Kecamatan Kelumbayan Barat.

Dari seluruh puskesmas, Basri mengaku tiga puskesmas akan disurvei dahulu yakni, Puskesmas Siring Betik, Sukaraja, dan Pasar Simpang. Rencananya ketiga puskesmas itu disurvei pada Agustus mendatang. Namun kepastian nanti akan tunggu jadwal tim survei.

Sedangkan puskesmas lain, rencananya baru akan disurvei antara Oktober dan November mendatang.

“Dari semua puskesmas yang diajukan akreditasi tahun ini belum ada yang disurvei akreditasi, tim akreditasi rencananya baru turun Agustus nanti,” terang Basri.

Meskipun begitu, tim pra survei sudah turun untuk mengevaluasi kekurangan kesiapan. Sehingga saat tim akreditasi dari pihak Kementerian Kesehatan turun maka puskesmas benar-benar telah siap. Lantas hasil evaluasi tim pra survei juga dijadikan bahan untuk perbaikan kekurangan.

Untuk diketahui sesuai peraturan Kemenkes, pada 2019 seluruh puskesmas harus terakreditasi. Tingkatannya akreditasi dasar, madya, utama dan paripurna. Akreditasi tidak memandang apakah puskesmas tersebut bentuknya puskesmas biasa, atau puskesmas rawat inap.

Dalam akreditasi dinilai kualitas segi administratif, struktur perangkat puskesmas, tenaga medisnya, kondisi sarana dan prasarana, dan pola pelayanan yang diberikan ke pasien dan masyarakat.(ral) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here