Tiga Pekon di Tanggamus Wakili Lampung Lomba Desa Paman

527
Kepala BBPOM Bandar Lampung Syamsuliani memberikan penjelasan mengenai Desa Paman dalam kegiatan Re-Orientasi Kelembagaan Keamanan Pangan Desa, Jumat (23/3) di Hotel 21 Gisting. Foto: Diskominfo

GISTING – Tiga pekon/desa di Kabupaten Tanggamus terpilih untuk mengikuti lomba desa pangan aman (Paman) tahun 2018  mewakili Provinsi Lampung. Ketiganya adalah Pekon Bangunrejo Kecamatan Semaka, Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting dan Pekon Tegalbinangun Kecamatan Sumberejo.

Tiga pekon inilah yang nantinya menjadi motor dari Gerakan Keamanan Pangan Desa. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Re-Orientasi Kelembagaan Keamanan Pangan Tingkat Kabupaten yang digelar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, Jumat (24/3) di Hotel 21, Gisting, Tanggamus.

Kepala BBPOM Bandar Lampung Dra. Samsyuliani APt, M. M  mengatakan, keamanan pangan telah menjadi  keprihatinan dunia, berdampak pada kesehatan publik dan terhambatnya perkembangan sumber daya manusia (SDM).

“Maka dari itulah penanganan masalah keamanan harus dimulai dari hal yang paling dasar sehingga peningkatan pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan menjadi suatu keharusan, “kata Syamsuliani.

Dilanjutkannya bahwa tujuan dari gerakan keamanan pangan desa adalah untuk mewujudkan keamanan pangan hingga tingkat perseorangan, meningkatkan daya saing bangsa melalui produk pangan yang dihasilkan didesa dan menjadi model kegiatan pemberdayaan keamanan pangan yang sesuai dengan kearifan lokal daerah setempat.

“Adapun manfaat dari gerakan keamanan pangan desa yakni mendukung peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia melalui akses masyarakat ke pangan yang aman, mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui akses legalitas produksi usaha pangan desa dan mendukung produksi pangan aman dan bermutu, “ujar Samsyuliani.

Dia berharap, tiga pekon di Tanggamus yang telah ditunjuk dapat menjadi yang terbaik dalam penilaian Desa Paman tahun 2018 . Untuk mewujudkan itu perlu adanya keterpaduan dengan instansi dan stake holder terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kominfo, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortilultura serta Dinas Ketahanan Pangan.

“Dukungan dan komitmen pemda antara lain dengan mengalokasikan anggaran melalui dana desa untuk kegiatan terkait keamanan pangan. Tahun 2015 lalu Desa Pujiharjo Kabupaten Pringsewu meraih peringkat IV Desa Paman tingkat nasional, lalu tahun 2017, Desa Mojopahit Kabupaten Lampung Tengah meraih peringkat III, tahun ini kita berharap pekon di Tanggamus bisa meraih peringkat II Desa Paman tingkat nasional, “pungkas Samsyuliani.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekobang Setkab Tanggamus, FB Karjiono yang dalam kesempatan tersebut membuka kegiatan Re-Orientasi Kelembagaan Keamanan Pangan Desa Tingkat Kabupaten, mengatakan bahwa pentingnya gerakan keamanan pangan desa yang mengintervensi terhadap individu, pedagang kreatif lapangan (PKL), retail/warung yang ada dipekon masing-masing sehingga dapat menghindarkan masyarakat dari penggunaan bahan makanan berbahaya yang dapat menimbulkan keracunan pangan.

“Oleh karena itu saya mengintruksikan kepada seluruh OPD terkait untuk ikut berperan aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan sinergitas pelaksanaan program dengan kegiatan keamanan pangan desa ini. Kedepan harus bisa dilanjutkan ke daerah-daerah keamanan pangannya yang masih kurang. Karena dengan kegiatan seperti ini masyarakat dapat terprovokasi untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan baik,” kata Karjiyono.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here