Pelayanan PDAM Dikeluhkan: Tidak Mengalir, Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai

21
ilustrasi

KOTAAGUNG — Warga di Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Agung. Pasalnya, hampir sebulan ini air PDAM kerap tidak mengalir. Akibatnya, masyarakat terpaksa memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kendati kotor dan berbau.

Menurut warga sekitar Baki, pelayanan PDAM akhir-akhir ini kian bobrok. Bagaimana tidak dalam sehari semalam, air hidup bisa dihitung menggunakan jari. Padahal air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital.

“Rata-rata bang warga disini mulai beralih menggunakan air PDAM, menyusul air sungai Way Jelai mulai tercemar, walau untuk nyuci baju dan buang hajat,”katanya.

Baki menambahkan, berbarengan dengan masuknya air PDAM, secara perlahan warga mulai menimbun sumur yang ada, yang selama puluhan tahun menjadi sumber air bersih.“Tapi sudah lebih dari dua tahun ini air PDAM sering tidak mengalir, atau kalau mengalir airnya kecil,” terangnya.

Menurutnya, kondisi ini memaksa warga kembali memanfaatkan air sungai yang kotor dan berbau untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti mencuci, mandi, gosok gigi bahkan wudhu dan buang hajat.

“Sebenarnya air sungai Way Jelai ini sudah tidak layak lagi digunakan, karena tercemar dan bau,” kata Rina, warga lainnya.

Untuk keperluan mandi dan mencuci kata Rina, warga pun harus rela menahan gatal dan bau akibat sungai kotor dan bercampur sampah serta kotoran manusia. “Bahkan air PDAM di musholla juga sering mati, sehingga mengganggu warga untuk beribadah,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk mendapatkan air sedikit bersih, warga setempat membuat sumur-sumur resapan di pinggir sungai, dan menggunakan air untuk mencuci pakaian, mandi, menyikat gigi dan berwudhu.

“Sebenarnya bukan gak mau warga membuat sumur bor, akan tetapi biaya pembuatannya lebih mahal ketimbang PDAM. Sementara andalan kami selama ini air bersih dari PDAM seperti itu. Ya sudah lah mau diapakan,”tutupnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here