47 Sekolah Siap Laksanakan UNBK

227
ilustrasi

KOTAAGUNG — Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang akan menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tanggal 10-13 April 2018 mendatang sudah melakukan simulasi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tanggamus Ruslan  mengatakan, simulasi telah dilaksanakan khususnya bagi 47 SMA sederajat yang akan terapkan UNBK, yang mana saat ini mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan telah berlangsung sejak Senin (19/3) lalu, dan akan berakhir pada tanggal 24 Maret atau sesuai kebutuhan sekolah, hal ini lantaran untuk jenjang SMK ada ujian praktek yang harus dilaksanakan.

“Siswa yang ujian tahun ini sebanyak 2.339 siswa, baik SMA dan SMK, negeri dan swasta. Selanjutnya mereka akan hadapi Ujian Nasional pada 10-13 April 2018,”kata Ruslan, Rabu (21/3)

Ia menjelaskan seluruh sekolah yang menyelenggarakan UN sudah menerapkan UNBK. Itu sudah dilakukan sejak tahun lalu dan tahun ini dipertahankan. Sebab standar pelaksanaan UN adalah UNBK, tidak lagi pola ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). “Untuk persiapan semua sekolah sudah melaksanakannya, sudah beberapa kali simulasi. Maka kami yakin baik siswa dan sekolah sudah siap mengikuti dan menyelenggarakan UNBK,”terang Ruslan.

Masih menurutnya untuk sekolah penyelenggara UN di kelompok SMK ada 21 sekolah sedangkan di kelompok SMA ada 26 sekolah, maka totalnya 47 sekolah. Di dalamnya memang ada sekolah penyelenggara, dan sekolah yang menggabung ke sekolah penyelenggara.”Di Tanggamus cenderung sekolah sudah menyelenggarakan, memang ada yang masih menggabung, tapi sedikit. Dan itu karena pengaruh sinyal dan belum tercukupi jumlah komputernya,” ujar Kepala SMAN 1 Kotaagung ini.

Adapun hal lainnya yang perlu disiapkan saat adanya gangguan selama penyelenggaraan. Itu bisa terjadi saat ada pemadaman listik, gangguan jaringan internet, dan kerusakan pada perangkat komputer di sekolah setempat, dan hal itu akan disisati dengan menggunankan genset. Dengan telah diterapkannya UNBK maka pihak sekolah dalam hal ini lanjutnya harus menyediakan komputer setara dengan 30 persen jumlah siswa yang UN. Dengan jumlah tersebut maka bisa diselenggarakan tiga sesi ujian, yakni pukul 7.30 WIB, pukul 9.00 WIB, dan pukul 14.00 WIB. Apabila sekolah sudah miliki banyak komputer maka cukup satu atau dua sesi penyelenggaraan saja.

“Untuk yang menggabung SMAN Pematang Sawa yang gabung ke SMA Kota Agung, SMAN 2 Ulu Belu bergabung ke SMAN 1 Ulu Belu. Kalau subrayon lainnya rata-rata sudah menyelenggarakan mandiri seperti sekolah-sekolah di subrayon Talang Padang, Bulok, Gunung Alip,” terang Ruslan, dan dipastikan tidak ada pungutan ke siswa terkait penyelengaraaan UNBK, karena telah dianggarkan melalui BOS,”tandasnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here