Wilayah Terpencil Jadi Prioritas Sam-Ni 

169
DEKAT DENGAN WARGA : Calon Wakil Bupati Tanggamus nomor urut dua Hi. Nuzul Irsan ketika berfoto dengan masyarakat Kecamatan Pematangsawa seusia mengadakan kampanye tatap muka. Foto: Zepta Heryadi

PEMATANGSAWA – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua (2), Hi Samsul Hadi-Nuzul Irsan (SAM-NI) kembali menggelar kampanye dialogis atau tatap muka di Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus.

Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan antusias dari warga, terutama para pemangku adat, agama dan pemuda.”Jika saya bersama Nuzul Irsan terpilih menjadi pemimpin di Tanggamus ini, saya siap merealisasikan usulan masyarakat di wilayah ini,”kata Samsul Hadi ketika mengawali orasi politiknya.

Ia melanjutkan, salah satu indikator majunya suatu daerah berada pada keamanan. Karena dengan keamanan maka masyarakat tidak akan merasa khawatir ketika ada keperluan dimalam hari. Hal ini juga menjadi program SAM-NI.

“Salah satu fokus kami adalah mewujudkan keamanan. Untuk daerah yang memiliki potensi besar sekalipun, akan percuma jika keamanan di daerah tersebut tidak terjamin. Daerahnya akan sulit untuk maju dan berkembang,” terang Samsul Hadi.

Kualitas sumber daya manusia, lanjutnya, menjadi indikator yang lainnya dalam mewujudkan Tanggamus yang sejahtera dan bermartabat. Kemudian masalah pendidikan juga menjadi sektor yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat untuk hidup yang lebih baik lagi.

“Yang kami butuhkan juga ide-ide kreatif/inovatif akan muncul ketika masyarakatnya cerdas, sehingga pendidikan menjadi salah satu fokus kami,” terang Samsul.

Mantan Bupati Tanggamus ini menjelaskan bahwa pembangunan itu tidak serta merta hanya infrastruktur, namun yang terpenting adalah kesejahteraan msayarakat.

“Saya mengingatkan bahwa pembangunan, jangan hanya berpatok pada infrastruktur saja, melainkan juga pembangunan manusianya itu sendiri, baik itu melalui pendidikan baik itu formal maupun non formal,” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, di tahun politik ini banyak oknum-oknum yang mengadu dombakan dengan issu yang belum tentu kebenarannya. Hal seperti ini harus dihindari dan bisa disikapi oleh masyarakat secara bijak.

“Terutama issu di media sosial seperti Facebook, masyarakat jangan mudah terprovokasi karena itu bisa menimbulkan gejolak,” pungkas Samsul.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here