STMIK Pringsewu Seminar Kewirausahan

153

PRINGSEWU – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu menyelenggarakan seminar kewirausahan (entrepreneurship) dengan tema  “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa Menjadi Kreatif, Inovatif dan Mandiri” di aula kampus setempat, Kamis (15/3) kemarin.

Nur Aminudin selaku Wakil Ketua III mewakili Ketua STMIK Pringsewu Rita Irviani,  dalam sambutannya mengatakan, seminar ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa itu untuk lebih menyelami dunia kewirausahaan serta membawa pencerahan bagi mahasiswa untuk membuka usaha, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan, tentunya mahasiswa erat kaitannya dengan teknologi dan inovasi. Gabungan kegiatan kewirausahaan dan inovasi akan menghasilkan entrepreneurship. Kebanyakan mahasiswa dalam memulai sebuah bisnis terbentur dengan modal,” pungkasnya.

Modal yang tidak cukup bukanlah menjadi alasan untuk tidak memulai suatu bisnis. “Its not about money but its about network and experience,”, “Untuk itu saya berpesan, apalabila ingin memulai usaha jangan takut gagal dan kedua jangan jadikan alasan tidak punya modal lantas tidak berani berbisnis, itu pandangan yang salah selama ini,” ujarnya.

Dalam paparannya, Miswan Gumanti selaku pemateri pertama menyampaikan beberapa hal terkait kewirausahan. Dia mengatakan mahasiswa harus menumbuhkan motivasi dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi entrepreneurship, memotivasi diri merupakan kunci dalam mencapai sukses dan mimpi (cita-cita).

“Kewirausahaan (entrepreneurship) atau wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, ataupun cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian,” tuturnya.

Dia melanjutkan, seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘franchising’. “Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa,” ucapnya.

Sementara itu, pemateri kedua Yoeyong Rahsel, mengatakan, menjadi wirausaha menjadi alternatif memberikan penghasilan lebih besar, yang penting adalah memiliki motivasi yang besar menjadi seorang entrepreneur dengan menyakini sepenuhnya bahwa kita bisa mewujudkan mimpi menjadi pengusaha sukses.

“Selanjutnya dalam memulai mempersiapkan diri menjadi entrepreneur adalah dengan mulai memiliki perspektif yang baru bahwa kita bisa dan mampu memiliki karyawan dan menjadi bos, caranya adalah memiliki perspektif sebagai entrepreneur yaitu keluar dari zona nyaman,” pungkasnya.

Dia menjelaskan memiliki jiwa kemandirian, membangun kerjasama dalam memunculkan dan mencari ide bisnis serta peluang-peluang yang bisa diciptakan dalam menghasilkan produk bisnis dan dari kesemuanya itu lakukan segala sesuatunya (bisnis) dari yang kecil dgn kerja keras dan doa, maka lambat laun bisnis yang kecil itu akan menjadi besar sesuai dengan kerja keras kita.(arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here