Banjir di BNS Mulai Surut

1152
SIAGA BANJIR: Volume air sungai Way Semaka masih tinggi. Warga yang tinggal di dekat sungai Way Semaka saat ini masih siaga banjir. Sebab, belakangan ini curah hujan cukup tinggi. (Foto Uji Mashudi)

BANDARNEGERISEMUONG – Meskipun wilayah Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) masih diguyur hujan dari malam hingga pagi hari, namun kondisi banjir yang melanda di wilayah Pekon Gunungdoh sudah mulai surut.

Warga yang pemukimannya terkena dampak banjir mulai membersihkan rumah dan perabotannya yang terendam banjir.

Kepala Pekon Gunungdoh, Ruslin, saat dikonfirmasi Senin (12/3) mengatakan, sementara ini air yang mengenangi pemukiman warga Pekon Gunungdoh sudah mulai surut. “Ada 10 rumah warga yang terkena banjir. Dan alhamdulillah pada Senin (12/3) Dini Hari sudah mulai surut,” ujar Ruslin.

Ia mengaku, saat ini warga masih siaga banjir. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi belakangan ini masih terjadi. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan kata dia, warga mulai menaikan perabotannya ketempat yang lebih tinggi.

“Sekarang warga menaruh barangnya diloteng, agar perabotannya seperti televisi maupun kulkas terendam banjir, ” ungkapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bandar Negeri Semuong sejak Jumat (9/3) Sore mengakibatkan sungai Way Semuong meluap. Sedikitnya 10 rumah warga Pekon Gunungdoh terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.

Kepala Pekon Gunungdoh Ruslin mengatakan, banjir tersebut sudah berlangsung selama tiga hari yakni dari hari Jumat (9/3) hingga Minggu (11/3).

“Sudah tiga hari ini hujan deras terjadi diwilayah Kecamatan Bandar Negeri Semuong, sehingga membuat debit air di sungai Way Semuong meningkat hingga meluap ke pemukiman penduduk, “katanya, Sabtu (10/3).

Menurutnya, kondisi sungai yang sudah dangkal serta tidak adanya tanggul menjadi penyebab utama meluapnya sungai Way Semuong.

“Tanggul sungainya kan sudah nggak ada. Karena tanggul darurat yang dibangun pemerintah pasca banjir beberapa tahun yang lalu sudah habis tergerus air. Jadi kalau hujan deras cukup lama pasti air sungai meluap ke pemukiman warga, ” ujar Ruslin.

Ia mengaku, pihaknya sudah sering mengusulkan proposal ke dinas terkait agar sungai tersebut dapat di normalisasi serta dibangunkan tanggul. Namun hingga kini belum juga direalisasikan.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah dapat segera mengupayakan pembangunan tanggul dan melakukan pengerukan terhadap sungai Way Semuong, agar warga yang tinggal disekitar sungai tersebut tidak khawatir lagi akan musibah banjir yang selama ini kerap melanda pemukiman warga dipekon setempat.

“Kami hanya berharap pemerintah menormalisasi dan membangun tanggul sungai, supaya Way Semuong tidak meluap lagi, ” tukasnya. (uji) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here