Dewan Siap Kawal Kasus Kakon Tirom

145
ilustrasi

KOTAAGUNG – Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Ahmad Parid meminta pihak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus agar terus mengusut Kepala Pekon (Kakon) Tirom, Kecamatan Pematangsawa yang sebelumnya telah dilaporkan masyarakat terkait dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2016.

“Ya, kalau benar laporan itu, dan ditemukan adanya kerugian negara  maka penjarakan pelakunya” tegas Ahmad Parid.

Politisi  Pertai Persatuan Pembangunan (PPP) ini melanjutkan, dalam hal pemeriksaan atau mengaudit ADD, Inspektorat dan Kejari seharusnya tidak melakukan hal itu hanya sekedar formalitas, akan tetapi mendalami semua bukti belanja di pekon itu.”Apalagi di sebrang sana, kalau gak jeli-jeli mengaudit ADD nya bisa aja tim yang di bohongin,”terangnya.

Menurutnya, setiap laporan yang masuk didalami, jika ditemukan adanya kerugian negara harus ditindak lanjuti, bila perlu bukan hanya dipanggil kemudian selesai di atas meja, akan tetapi jebloska ke penjara.”Harus ada simple dulu kakon di tanggamus ini biar pada benar kalau mengelola ADD. Saya yakin, kalau ditelaah secara teliti pasti banyak penyimpangan di anggaran itu,”jelasnya.

Ia melanjutkan, apalagi saat ini kasus kakon Tirom itu sedang dalam pemeriksaan oleh Kejaksaan, dan informasi terbaru kalau Inspektorat telah turun ke lapangan guna mengecek kebenaran dari laporan itu.”Nah, kemarin tim Inspektorat turun ke Pekon Tirom, tindak lanjuti itu hasilnya,” kata Ahmad Parid.

Dilanjutkan Ahmad Parid, saat ini pihaknya juga sedang mengawal kasus Kakon Tirom itu, sebab informasi yang didapat selama ini banyak bantuan pemda tidak sampai ke tangan masyarakatnya akan tetapi mandek di meja kakon.

“Nggak boleh selesai berita ini, kami nanti yang akan turun,”ujar dia.

Sebelumnya, Tim Inspektorat Kabupaten Tanggamus sebelumnya telah mengagendakan turun ke lapangan guna mengaudit Kepala Pekon Tirom, Kecamatan Pematangsawa yang diduga bermasalah dalam melaksanakan kegiatan menggunakan anggaran program Anggaran Dana Desa (ADD) 2016. Menurut Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Aidil Fitri kepada Radar Tanggamus mengaku, laporan yang diterima pihaknya, Kakon

Tirom Irfan bukan hanya penggunaan ADD yang menjadi sorotan, akan tetapi banyak bantuan selama ini tidak sampai ke warganya.”Kalau melihat dari laporan yang kami terima, memang pengelolaan ADD di Pekon Tirom pada tahun 2016 lalu banyak menemui kejanggalan. Mangkanya besok (hari ini red) selama 2 hari tim akan turun langsung ke Pekon Tirom,”katanya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here