Way Semuong Meluap, 10 Rumah Terendam Banjir

925
TERENDAM : Sejumlah rumah warga di Pekon Gunungdoh Kecamatan Bandarnegrisemuong terendam banjir akibat luapan Way Semuong. Ketinggian air yang merendam rumah mencapai 70 cm sejak Jumat (9/3) hingga Minggu (11/3) dan sekarang air berangsur surut.Foto: IST

BANDARNEGERISEMUONG – Pemukiman warga Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) kembali terendam banjir. Banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Way Semuong tersebut sedikitnya merendam 10 rumah warga Pekon Gunungdoh.

Kepala Pekon Gunungdoh, Ruslin mengatakan, banjir tersebut sudah berlangsung selama tiga hari yakni Jumat-Minggu (9-11/3), dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.

“Sudah tiga hari ini hujan deras terjadi diwilayah Kecamatan Bandar Negeri Semuong, sehingga membuat debit air di sungai Way Semuong meningkat hingga meluap ke pemukiman penduduk, “katanya, Minggu (11/3).

Menurutnya, kondisi sungai yang sudah dangkal serta tidak adanya tanggul menjadi penyebab utama meluapnya sungai Way Semuong.” Tanggul sungainya kan sudah nggak ada. Karena tanggul darurat yang dibangun pemerintah pasca banjir beberapa tahun yang lalu sudah habis tergerus air. Jadi kalau hujan deras cukup lama pasti air sungai meluap ke pemukiman warga, ” ujar Ruslin.

Ia mengaku, pihaknya sudah sering mengusulkan proposal ke dinas terkait agar sungai tersebut dapat di normalisasi serta dibangunkan tanggul. Namun hingga kini belum juga direalisasikan.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah dapat segera mengupayakan pembangunan tanggul dan melakukan pengerukan terhadap sungai Way Semuong, agar warga yang tinggal disekitar sungai tersebut tidak khawatir lagi akan musibah banjir yang selama ini kerap melanda pemukiman warga dipekon setempat.

“Kami hanya berharap pemerintah menormalisasi dan membangun tanggul sungai, supaya Way Semuong tidak meluap lagi, ” tukasnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus Andi Wijaya, mengatakan jika adanya musibah banjir dan longsor disebabkan karena adanya kerusakan alam dimana jumlah pohon tegakan tinggi berkurang yang menyebabkan tanah mudah terkikis sehingga jika hujan deras dalam waktu lama air tidak langsung terserap ketanah melainkan langsung meluncur dengan membawa material ranting pohon dan lumpur.

“Jadi untuk mengantisipasi bencana kita harus jaga lingkungan jangan sampai rusak,” kata Andi belum lama ini.

Sekda juga mengakui bahwa Tanggamus termasuk daerah di Lampung yang rawan bencana, sehingga Pemkab Tanggamus sudah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Unit Reaksi Cepat (URC). Untuk TRC yang menangani pertama saat terjadi bencana. Didalamnya ada unsur BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan.

Lantas pada pasca bencana URC yang unsur di dalamnya melibatkan hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD). Tim ini akan mengupayakan langkah penanganan dampak bencana. Seperti pembangunan sarana yang rusak dan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Di luar itu untuk tingkat pekon juga sudah mulai dibentuk relawan bencana yang anggotanya unsur masyarakat. Tugas relawan bencana mulai dari membuat peta potensi rawan bencana sampai berkoordinasi dengan BPBD apabila ada bencana,” pungkas Andi seraya meminta kepada relawan bencana di tiap pekon mulai bekerja untuk petakan titik rawan bencana dan siapkan langkah antisipasi berikut penangannya.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here