Nelayan Tanjung Agung Harapkan Bantuan Alat Tangkap

85
HARAPKAN BANTUAN : Nelayan Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagungbarat mengharapkan bantuan perahu bermesin tempel dan peralatan tangkap untuk meningkatkan pendapatan mereka. Foto dok

KOTAAGUNG – Nelayan di Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagungbarat membutuhkan bantuan perahu bermesin tempel dan peralatan tangkap untuk meningkatkan kehidupan mereka yang semakin sulit. Pasalnya, selama ini nelayan disana masih mengandalkan perahu kecil manual yang pendapatannya masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Rihandi, sebagian besar warga Pekon Tanjung Agung sangat menggantungkan hidupnya melaut. Tapi ada juga sebagian petani sawah. Melaut merupakan sumber utama kehidupan usaha mereka. Namun, kondisi mereka semakin memperihatinkan. Sehingga, membutuhkan bantuan Pemerintah, baik Pemkab Tanggamus dan pemerintah pusat.

“Kalau hanya mengandalkan alat tangkap yang kami punya sendiri, rasanya kurang mungkin kami bisa bertahan seperti sekarang ini. Apalagi ketika angin kencang terjadi. Hal ini membuat kami para nelayan tidak berani melaut, karena sangat berbahaya,” katanya.

Menurutnya, saat ini alat tangkap yang ada terbilang seadanya. Untuk itu, ia bersama nelayan lainnya mengharapkan adanya bantuan yang memadai mulai dari alat tangkap hingga perahu boat untuk dibawa ke laut.

“Kami mau mengajukan bantuan kepada dinas terkait, kami tidak tahu caranya bagaimana. Terlebih lagi kami tidak kenal seorang pun pejabat di dinas itu untuk mengajukan bantuan,” ujarnya.

Zainal salah satu nelayan lainnya mengaku, banyak persoalan yang dihadapi para nelayan, baik dari lemahnya pengawasan laut oleh pemerintah, dan tidak memiliki daya saing antara nelayan lokal dan nelayan luar, khususnya dari segi prasarana kapal dan alat tangkap.

Sehingga banyak dari para nelayan ini harus memutar otak untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Belum lagi ketika memasuki musim Barat, dimana saat itu laut sangat berbahaya.

“Mata pencarian masyarakat disini hampir semua nelayan, namun ketika memasuki musim barat, kita tidak bisa melaut karena ombak besar dan angin kencang. Jadi kalau sudah musim barat, kami mencari kerjaan serabutan, pokoknya pandai-pandailah cari makan,” tutupnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here