Miris, Sudah Papan, Kekurangan Lokal Kelas Pula Tepaksa Gunakan Rumdis Jadi Lokal Kelas

275
SULAP RUMDIS : Inilah rumdis guru di SDN 2 Penantian Ulubelu yang disulap jadi ruang kelas oleh pihak sekolah. Hal itu terpaksa dilakukan agar peserta didik bisa mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Foto: IST

ULUBELU–  Permasalahan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tanggamus seolah tidak pernah habis. Masih banyak sekolah yang masih kekurangan ruang belajar salah satunya adalah sekolah dasar negeri (SDN) 2 Penantian di Kecamatan Ulubelu.

Lantaran minimnya ruang kelas untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM), membuat pihak sekolah terpaksa menggunakan rumah dinas sebagai lokal kelas.

Kepala SDN 2 Penantian, Kurmanto, mengatakan, disekolah tersebut terdapat 65 siswa dan 12 guru pengajar yakni guru honorer dan tetap. Namun disekolah tersebut hanya memiliki 4 ruang kelas, akibatnya untuk menunjang proses belajar siswa didik, pihaknya bersama komite memutuskan untuk memanfaatkan rumah dinas yang di sulap jadi ruang kelas.

“Daripada siswa belajar di luar, atau berdesakan terpaksa rumah dinas sekolah jadi ruang kelas, sambil menunggu bantuan ruang kelas baru untuk siswa,” kata Kurmanto, kemarin.

Lebih jauh, Kurmanto mengatakan,  kekurangan kelas ini sudah terjadi sejak lama. Namun sampai sekarang belum ada tanda tanda akan ada penambahan. Padahal, minat siswa untuk belajar sangat tinggi.” Besar harapan kami kepada dinas terkait agar secepatnya memberikan bantuan penambahan lokal kelas,” ujarnya.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, lanjut dia, pihaknya sudah berupaya mengajukan usulan kepada pemerintah. Namun hanya sebatas usulan, untuk realisasinya belum ada.” Sudah sering kita usulkan, namun belum ada realisasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Tanggamus melalui Bidang Sarana Prasarana mengakui jika banyak SDN yang kekurangan lokal, bahkan ratusan SDN mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan rehab total, hal ini tentu menjadi tantangan bagi disdik ditengah keterbatasan anggaran.

Kabid Sarpras Pendidikan  Djoko Saputro mendampingi Kepala Disdik Tanggamus  Johansyah mengatakan bahwa saat ini ada sebanyak 408 SD dengan jumlah total ruang kelas 2. 808 ruangan. Kemudian dari jumlah total ruang kelas tersebut terdata sebanyak 123 diantaranya sudah rusak berat.

“Memang masih banyak yang harus kami tangani terkait ruang kelas SD ini, bahkan ada 123 ruang kelas yang sudah tidak layak lagi dipakai kegiatan belajar mengajar, namun apa boleh buat anggaran kita saat ini sangat minim, baik dari pusat maupun daerah. Seperti tahun ini kami hanya bisa merehab ruang kelas SD sebanyak 18 ruang kelas, dan membangun ruang kelas baru sebanyak 7 ruang kelas saja dan membangun jamban SD sekitar 10 unit,” ujar Joko.

Ia juga mengakui bahwa tidak hanya ruang kelas yang rusak berat,  tetapi SD yang kekurangan lokal baru juga masih banyak. Kalau ditotal  se-Tanggamus kekurangan ruang kelas SD sebanyak 319 ruang kelas baru.

Kekurangan ruang kelas tersebut dikarenakan beberapa faktor, utamanya semakin banyaknya anak usia SD yang ingin bersekolah. sedangkan ruang kelas sebagian besar SD di Tanggamus belum mencukupi untuk menampung siswa baru, untuk memenuhi kurangnya ruang kelas tersebut, maka direncanakan pembangunannya secara bertahap, dan didahulukan kebutuhan yang mendesak, yakni jumlah murid telah melebihi kapasitas ruang kelas, sehingga berimbas kegiatan belajar mengajar tidak berjalan optimal.

“Jadi kita akan penuhi kekurangan ruang kelas untuk SD ini, namun pembangunannya tidak bisa diwujudkan secara cepat, akan tetapi secara bertahap, maka akan diverifikasi berdasarkan jumlah murid SD setempat,” terang Joko.(ark)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here