Dihadapan Samsul, Warga Keluhkan Infrastruktur Samsul Berjanji Akan Perjuangkan Usulan Warga

353
Hi.Samsul Hadi

KOTAAGUNG – Calon Bupati Tanggamus nomor urut 2, Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I mengajak dialog warga di dua pekon yakni Pekon Kacapura dan Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka, Senin (5/2). Dalam kampanye tatap muka tersebut, ratusan warga berkumpul dan melakukan dialog secara langsung.

Masyarakat pun terlibat antusias. Tokoh masyarakat setempat, menyampaikan beberapa point dalam kesempatan tersebut yakni masalah infrastruktur dan masalah pertanian.“Kami berharap agar jalan disini bisa segera dibenahi, terutama akses ke tempat-tempat pendidikan dan kesehatan. Sekitar 60 hektare (ha) sawah tidak bisa berproduksi karena irigasinya tertutup,”kata Hi. Wardoyo.

Menurut Wardoyo jika nantinya pasangan SAM-NI terpilih untuk dapat merealisasikan usulan itu. Bahkan, mereka juga ber komitmen untuk memenangkan pasangan calon Samsul Hadi dan Nuzul Irshan (SAM-NI).“Saya ucapkan terimakasih atas kedatangan pak Samsul. Seluruh warga di pekon ini akan mendukung pak samsul dan pak Nuzul secara penuh saat pencoblosan nanti,”terangnya.

Sementara itu, Calon Bupati Tanggamus, Samsul Hadi mengatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan program priotasnya dalam maju sebagai calon bupati.

Tidak hanya jalan, namun pendidikan, kesehatan serta sektor lain seperti pertanian dan pariwisata merupakan program prioritas ke depan.

“Dialog ini merupakan salah satu cara kami untuk memastikan lebih dalam lagi bahwa program tersebut merupakan program kerja yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat,”terangnya.

Sementara itu, ketua Tim pemenangan SAM-NI yang juga sebagai ketua  Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zukman Efendi mengajak agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas.

“Jika Tanggamus ingin maju, maka masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas. Pak samsul adalah orang yang memiliki kemampuan untuk memimpin, baru menjabat 1,5 bulan saja, perubahan begitu terasa. Salah satunya adalah jumlah desa tertinggal yang tadinya berjumlah ratusan, sekarang tinggal 20an saja, “jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya secara tepat, bukan berdasarkan karena diberi sesuatu. Prilaku korup seorang pemimpin disebabkan karena pada saat kampanye mengeluarkan banyak modal.

“Kita semua harus ingat, jika memilih karena diberi sesuatu bukan atas dasar kemampuannya, itu sama saja menjerumuskan dirinya sendiri selama lima tahun kedepan,”tutupnya.(zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here