Aksi Kriminalitas Merajalela, Warga Tanjung Anom Resah Polsek Mengaku Belum Terima Laporan

731
ilustrasi

KOTAAGUNG – Aksi kriminalitas di Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kotaagung Timur kian menjadi. Dalam kurun satu bulan terakhir ini terdapat beberapa kejadian mulai dari begal hingga curat.  Hal ini tentu membuat warga resah, apalagi Tanjung Anom sudah lama dikenal sebagai pekon yang kondusif.

Kepala Pekon Tanjung Anom, Sumardi menyampaikan tindakan kriminalitas baik pencurian dalam rumah, maupun curanmor mulai sering terjadi dalam satu minggu terakhir ini. Diawali dari salah satu warga  Tanjung Anom yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) alias pembegalan.

“Warga saya hendak kepasar sekitar pukul 05.30 WIB, saat korban melintas di Dusun VI dicegat dan diambil motornya oleh para pelaku, lalu tidak lama berselang, sekitar seminggu ada lagi warga kita yang menjadi korban begal, tepatnya di jalan menuju Pekon Kagungan,”kata Sumardi, Rabu (28/2).

Masih menurutnya, selain aksi curanmor aksi kejahatan lainnya, yang kerap terjadi dan membuat warga resah yakni para pelaku tak segan-segan menyatroni rumah penduduk pada siang hari, takkala di tinggal penghuninya. Akibatnya sejumlah perhiasan yakni 20 gram emas dan uang tunai Rp 5 juta di gondol kawanan maling, para pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu rumah dan jendela, yang kebetulan saat itu penghuninya tengah bekerja.

“Itu sudah saya laporkan langsung ke polsek, dan nantinya akan saya laporkan lagi jika memang belum ada tindak lanjutnya, warga saat ini dibuat resah, dan kejadian lagi tadi malam sekitar pukul 04.00 pelaku dengan menggunakan bambu yang telah diberi perekat mencoba mengambil tas milik warga, namun berhasil di gagalkan karena diketahui oleh anak pemilik rumah,”terang Sumardi.

Untuk mengantisipasi tindakan kriminal tersebut lanjut Kakon, berbagai upaya telah dilakukan seperti siskamling yang sudah diterapkan, secara bergantian mulai dari Kakon, sekdes, kaur, kasi, RT hingga RW dan warga telah dijadwal untuk ronda menjaga keamanan di pekon tersebut, bahkan akses yang selama ini kerap dijadikan tempat untuk berbuat kriminal tidak luput dari penjagaan.

“Yang pertama jalan dari Kagungan tembus ke Tanjung Anom, lalu jalan di dusun enam tembus hingga ke Pekon Kerta serta jembatan di dekat Pekon Talang Rejo kita jaga, akan tetapi tetap saja tindakan kejahatan masih terjadi, para pelaku ini seolah tahu kapan kita selesai siskamling, dan itu terbukti dengan waktu kejadian, pada saat pagi hari, subuh dan siang hari,”terangnya.

Terpisah Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, mengaku belum menerima laporan terkait pencurian yang terjadi di Pekon Tanjung Anom tersebut, yang mana menurut Kapolsek laporan tersebut merupakan modal penting pihak kepolisian untuk mengetahui dan memproses suatu tindakan kriminalitas.

“Suruh mereka buat laporan dulu, kalau mereka tidak laporan bagaimana kita bisa melakukan upaya hukum.Kita juga belum tahu ada kejadian disana karena memang belum ada laporan, dan warga juga diharapkan berhati-hati, jangan meletakan benda atau perhiasan yang memancing para pelaku untuk berbuat kejahatan,”kata kapolsek. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here