Akses Jalan Penghubung Antar Kecamatan Masih Tanah

100
Ilustrasi

WONOSOBO – Warga di dua pekon yakni Pekon Kunyayan Kecamatan Wonosobo dan Pekon Gunungdoh Kecamatan Bandar Negeri Semuong, berharap kepada Pemkab Tanggamus agar dapat mengupayakan pengerasan jalan. Pasalnya, saat ini kondisi ruas jalan penghubung antar dua pekon tersebut masih berupa tanah dan sulit dilalui.

Armin, warga Kunyayan mengatakan, sejak dibukanya badan jalan hingga saat ini belum ada upaya pembangunan seperti pengerasan jalan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Padahal, jalan tersebut merupakan sumber pokok bagi masyarakat untuk menuju areal perkebunan maupun keluar masuk pekon.

“Selain untuk ke Pekon Gunungdoh, jalan ini juga menjadi akses utama masyarakat di pekon setempat untuk menuju lahan perkebunan,” katanya, kemarin.

Menurutnya, dengan kondisi jalan yang masih berupa tanah tersebut membuat mobilitas warga sering terganggu. Terlebih jika dimusim penghujan, sebab kondisi jalan menjadi becek dan licin sehingga sulit untuk dilalui.

“Kondisinya jalan yang sangat becek dan licin itu membuat kami, khususnya petani kesulitan saat melintasi jalan tersebut. Sebab, untuk mengeluarkan hasil bumi kami harus menggunakan kendaraan dengan ban yang dipasang rantai. Hal itu dilakukan agar kendaraan tidak kepater dan bisa melintas di jalan tanah yang kondisinya licin dan becek,” ujarnya.

Sementara itu, warga Pekon Gunung Doh Marhasan mengatakan, kondisi jalan yang seperti itu membuat warga kesulitan untuk keluar masuk pekon. Sebab, kondisi jalan yang becek membuat warga terpaksa harus menempuhh jarak waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Pekon Kunyayan.

“Kalau jalannya bagus paling dari Gunungdoh ke Kunyayan cuma 10 menit, tapi kalau kondisi jalan yang becek seperti ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke Kunyayan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pekon Kunyayan, Suhaili mengaku, sudah menyampaikan masalah jalan tersebut ke pihak kecamatan maupun dinas terkait. Namun, hingga saat ini belum kunjung direalisasikan.

“Saya sudah pernah ngusulin jalan itu waktu Musrenbang, bahkan saya juga sudah ajukan proposal ke dinas terkait, tapi sampai sekarang belum juga di realisasikan,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah setempat dapat merealisasikan pembangunan jalan penghubung antar pekon tersebut, agar warga dapat dengan mudah untuk menuju areal perkebunan dan mengangkut hasil bumi.

“Saya berharap agar pemerintah setempat dapat mengupayakan pembangunan terhadap jalan tersebut pada tahun ini, karena jika tidak kunjung dibangun maka warga akan tetap kesulitan untuk menuju areal perkebunan,” pungkasnya.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here