Untuk Dapur, Budidayakan Sendiri Sayuran

344
ilustrasi

PRINGSEWU РKelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara Tani asal Pekon Bulokarto Kecamatan Gadingrejo  budidayakan berbagai jenis tanaman dan sayuran untuk mencukupi kebutuhan dapur sehari Рhari. Adapun jenis tanaman yang dibudidayakan meliputi, cabai, kangkung, sawi dan tomat.

Ketua KWT Mutiara Tani Eka Rustiati mengatakan kelompokn berdiri belum lama yaitu pada tanggal 15 Agustus 2017 dan memiliki 33 anggota. Dia menyebutkan ada banyak keuntungan yang didapat dari pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tempat budidaya tanaman. Seperti, menanam sayur sendiri dapat mengurangi pengeluaran karena anggota tidak perlu lagi beli, melainkan mengambil langsung di pekarangan.

“Dengan kita menanam sendiri sayuran dirumah, maka jelas akan mengurangi biaya atau pengeluaran kita, yang biasanya kita menyediakan uang untuk membeli sayur dipasar, maka jika sudah ada sayuran sendiri dirumah maka tidak perlu lagi kita keluarkan uang,” ujarnya pada Radar Pringsewu, Minggu (25/2) kemarin.

Dia menilai dengan menanam sayur sendiri akan lebih sehat dan membuat pekarangan jadi segar dan sejuk. “Manfaat menanam sayur dirumah sendiri juga akan membuat pemandangan rumah dan pekarangan kita menjadi semakin sejuk dan segar karena banyak tanaman hijau,” ujarnya.

Eka Rustiati mengaku ada tanaman yang ditanam bersama – sama oleh kelompok yaitu yang berada di kebun kolektif. Selanjutnya, masing-masing anggota KWT juga membudidayakan tanaman cabai dan tomat di rumah masing – masing dengan menggunakan polybag.

Disamping itu, kelompoknya juga sedang membudidayakan ikan lele. Ikan lele tersebut dibudidayakan di satu kolam. Dia mengaku memiliki banyak kolam, namun karena keterbatasan modal dan bibit ikan, hanya mampu memberdayakan disatu kolam saja.

Sekretaris Pekon Bulokarto Agus Harisubowo sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KWT Mutiara Tani. Menurutnya, ada banyak manfaat yang didapatkan dari pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tempat menanam berbagai macam tanaman.

“Pemanfaatan pekarangan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Penghasilan sampingan ini akan lebih besar apabila lahan pekarangan luas dan komoditas yang dibudidayakan adalah jenis tanaman yang komersial. Namun, saat ini masyarakat disini masih menanam tanaman kebutuhan sehari – hari,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini hampir seluruh anggota KWT Pekon Bulokarto menanam berbagai macam tanaman di pekarangan masing-masing. “Saat ini di Pekon Bulokarto terdapat 7 kelompok tani serta KWT dan semuanya aktif menanam berbagai jenis macam tanaman. Kami selaku aparat pekon selalu mendukung program – program yang digulirkan oleh kelompok tani maupun kelompok wanita tani (KWT), baik melalui pelatihan dan lainnya,” katanya.(arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here