Imunisasi Difteri Tahap II Berlangsung Tiga Hari

188
Ilustrasi

KOTAAGUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus, melalui Puskemas Ulubelu melaksanakan outbreaks respon immunization (ORI) di Pekon Rejosari, Kecamatan Ulubelu, Senin (26/2). Imunisasi ulang ini sudah sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Kepala Diskes Tanggamus, Sukisno melalui Kasi Surveillance dan Imunisasi Bambang Sutejo, mengatakan, pelaksanaan ORI tahap kedua yang dilaksanakan saat ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan yakni Senin (26/2) hingga Rabu (28/2). Pelaksanaan ORI lanjutan ini terhitung lama, jika dibandingkan tahap pertama yang hanya dilaksanakan dalam sehari pada tanggal 24 Januari lalu.

“Waktu pelaksanaan memang agak mundur, tidak mutlak satu bulan setelah tahap pertama, itu tidak masalah, justru yang tidak boleh jika kurang dari sebulan, dari tanggal ORI tahap pertama,”kata Bambang Sutejo.

Ia menjelaskan, pelaksaan ORI tahap kedua pelaksanaannya melibatkan bidan-bidan sekitar Pekon Rejosari, dan telah terbagi di posyandu-posyandu, sekolah, dan di balai pertemuan pekon, adapun untuk jumlah yang diberi imunisasi, menurutnya belum tahu pasti sebab belum menerima laporan.

“Untuk saat ini jumlah keseluruhan yang di imunisasi hari ini belum tahu, namun jumlah keseluruhannya akan digabung pada saat tahapan imunisasi selesai dilakukan, kita harapkan warga yang berusia 0-19 tahun dapat terimunisasi semua, vaksin yang diberikan yaitu vaksin DPT Hb Hib bagi anak usia 1-5 tahun, lalu usia 5-7 tahun diberi DT, dan usia 7-19 tahun diberi Td,”ujarnya.

Ia menambahkan, khusus untuk difteri memang harus tiga kali diberikan, sesuai karakter dari jenis vaksinnya. Pemberian tiga kali tersebut terbagi pelaksanaan pertama, pelaksanaan kedua sebulan kemudian, dan pelaksanaan ketiga pada enam bulan setelahnya. Pelaksanaan ORI difteri di Tanggamus sebagai penanganan kasus kejadian luar biasa (KLB). Sebab di Tanggamus ditemukan satu suspect tepatnya di Pekon Rejosari, Ulu Belu.

“Kategori ORI di Tanggamus adalah ORI lokal yakni hanya di lokasi ditemukannya suspect, untuk penanganan dampak imunisasi ulang apabila timbul efek samping dari imunisasi difteri kita telah siapkan kelompok kerja dan pada saat pelaksanaan pertama tidak ada warga yang terdampak, begitupun tahap kedua ini kita harapkan demikian,”tandasnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here