Tertangkap warga, Jambret Babak Belur

422
DIJEBLOSKAN KEBUI : SP (17) Pelaku Jambret yang berhasil diamankan warga di Jalinbar Pekon Terbaya, Minggu sore (25/2) dijebloskan ke sel Mapolsek Kotaagung. Foto Polsek Kotaagung

KOTAAGUNG – Tindak kriminalitas berupa jambret masih saja terjadi di wilayah Kecamatan Kotaagung, ironisnya pelakunya masih anak dibawah umur. Terbaru warga menangkap SP (17) di Jalan Raya Pekon Terbaya Kecamatan Kota Agung Tanggamus, Minggu (25/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

SP (17) warga Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus yang ditangkap massa tersebut sempat menjadi bulan-bulanan massa yang kesal, beruntung pelaku langsung dievakuasi di rumah Kepala Pekon Terbaya, Agus Behaki dan langsung diamankan ke Mapolsek Kotaagung.

Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mengatakan, sebelum diamankan petugas, tersangka sempat ditangkap warga usai melakukan aksi kejahatannya terhadap korban Resta (20) dan Tri Utami (23) warga Kecamatan Wonosobo.

“Akibat penjambretan, kedua korban mengalami luka-luka karena terjatuh dari sepeda motornya. Korban Resta luka lecet dibagian siku tangan kanan, punggung dan pinggang, dan Tri Utami mengalami luka di dengkul kaki kiri,”kata AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Selain mengalami luka, korban juga kehilangan tas berisi HP Asus dan Oppo serta uang tunai Rp. 60 ribu. “Kerugian korban seluruhnya senilai, Rp. 5 jutaan,”jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, SP mengakui telah 6 kali melakukan kejahatan bersama komplotannya, 3 kali di Jalan Baru Talagening, 2 kali di jalan peternakan ayam Way Gelang Kecamatan Kota Agung Barat dan 1 kali di Jalan menuju Islamic Center Kota Agung.

“Pengakuannya 6 kali ditambah TKP yang sekarang bersama temannya yang telah kami identifikasi berinisial M, R, W, I, H, A. Kita akan kembangkan seluruhnya,”tegas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ditahan di Polsek Kota Agung. “Atas kejahatannya SP dapat dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun dan tentunya penyidik mempertimbangkan UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014,”tandasnya.

Sementara itu berdasarkan keterangan korban, keduanya mengendarai sepeda motor Vixion BE 4629 VG menuju Islamic Center sesampainya di jembatan Pekon Terbaya tiba-tiba dipepet oleh sepeda motor Suzuki Satria FU 150 warna hitam tanpa plat kemudian tiba-tiba menarik tas selempang karena korban mempertahankan tas tersebut sehingga terjadi tarikan menarik.

“Saat tarik menarik tersebut, motor saya dan pelaku berbenturan, sehingga kami terjatuh. Beruntung warga sekitar langsung berdatangan dan menangkap pelaku namun satu pelaku lain melarikan diri,”ujarnya.

Menurut saksi warga setempat Nopi, saat diamankan memang pelaku sempat dipukuli warga karena warga kesal di jalan tersebut sering terjadi pejambretan.

“Beruntung pelaku segera diamankan Kepala Pekon dan Polisi segera datang sehingga tidak terjadi perbuatan anarkis,”pungkasnya. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here