Tanggul Way Belu Kian Menipis, Warga Dihantui Banjir

207
KIAN MENGKHAWATIRKAN : Tanggul Way Belu kian terkikis. Warga yang tinggal di dekat sungai tersebut berharap agar pemerintah dapat mengupayakan pembangunan bronjong, guna mencegah jebolnya tanggul Sungai Way Belu. Foto Uji Mashudi

KOTAAGUNGBARAT — Warga yang tinggal di dekat sungai Way Belu, Kecamatan Kotaagung Barat, mengkhawatirkan kondisi tanggul sungai yang kian terkikis. Pasalnya, kondisi tersebut menancam pemukiman mereka.

Hal itu disampaikan Farizal, salah seorang warga Pekon Belu, saat Musrenbangpekon Belu beberapa waktu lalu. Menurutnya, saat ini jarak tanggul dengan pemukiman warga hanya tersisa sekitar 5 meter.

“Semakin lama tanggul sungai ini semakin habis karena tergerus air sungai, dan sekarang sudah mulai dekat dengan pemukiman kami, ” katanya.

Hal itu, lanjut dia, membuat warga yang tinggal dekat sungai khawatir. Sebab kata dia, jika tiga kali lagi diterjang banjir, diprediksi tanggul tersebut akan jebol.” Kalau tanggul ini jebol, hanyutlah rumah-rumah kami,” ujar Farizal.

Ia mengaku, sedikitnya ada sekitar 1,5 Kilometer tanggul yang kondisinya sudah memprihatinkan dan harus dibronjong. “Panjang tanggul yang harus di bronjong  ada sekitar 1,5 Kilometer. Karena bukan hanya di Pekon Belu saja, tapi juga sampai Pekon Kanyangan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah dapat segera mengupayakan pembangunan bronjong, guna mencegah tanggul agar tidak terkikis sekaligus menahan air sungai Way Belu agar tidak masuk ke pemukiman warga.

“Kami sangat berharap pemerintah melakukan pembronjongan di tanggul sungai Way Belu, supaya kami bisa tenang dan tidak mengkhawatirkan musibah banjir lagi,”  imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Belu Sofian Arbi melalui Sekretaris Pekon Jondra Piandra mengaku, sudah sering menyampaikan hal tersebut ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, baik itu melalui Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan maupun secara langsung ke dinas terkait. Namun, hingga kini belum direalisasikan.

“Saya sudah sering mengajukan tanggul itu agar bisa dibronjong, tapi entah kenapa sampai sekarang belum juga direalisasikan,” katanya.

Terpisah, Camat Kotaagung Barat Zulyadi, mengaku akan mengupayakan pembronjongan tanggul tersebut, yakni dengan mengkoordinasikannya terlebih dulu ke dinas terkait.

“Pembronjongan tanggul sungai itukan wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, jadi saya akan mengkoordinasikannya ke dinas terkait agar dinas terkait menyampaikannya ke Pemprov Lampung. Saya berharap agar apa yang menjadi harapan warga tersebut bisa segera terwujud,” pungkasnya.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here