Hari Ini, Diskes Gelar Imunisasi Ulang Difteri

279
Ilustrasi

KOTAAGUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tanggamus hari ini (26/2) kembali melakukan Imunisasi ulang Difteri di Pekon Rejosari, Kecamatan Ulubelu. Sebelumnya imunisasi direncanakan Sabtu (24/2), namun karena persiapan dilapangan belum matang sehingga diundur.

Kepala Diskes Tanggamus, Sukisno melalui Kabid Pencegahan Penyebaran Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Taman Prasi menyampaikan, semula memang dijadwalkan Sabtu (24/2) namun di lapangan masih butuh persiapan sehingga pelaksanaannya dimundurkan.

“Tim di Puskesmas Ulu Belu sedang masa persiapan sekarang ini, jadi diputuskan Senin baru bisa dilaksanakan, jadwal imunisasi difteri memang boleh mundur, namun jika maju tidak bisa. Sebab itu sesuai tahapan pemberian vaksin,” kata Taman Prasi, kemarin.

Ia menambahkan, imunisasi difteri sendiri dilakukan sebagai tindakan outbreaks respon immunization (ORI) atau tindakan respon atas kasus difteri yang timbul. Maka melalui imunisasi ini diharapkan dapat memutuskan transmisi penularan penyakit difteri pada anak usia satu tahun sampai dengan 19 tahun yang tinggal di daerah kejadian luar biasa (KLB) tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

“Untuk lokasi ORI di sana nantinya disiapkan di sekolah-sekolah dan balai pertemuan di pekon. Sasarannya tetap anak usia satu sampai 19 tahun, kalau yang dewasa tidak diberikan lagi. Sebab lewat usia 19 tahun cukup sekali tidak tiga kali,”ujarnya.

Ia menerangkan ORI difteri khususnya usia 1-19 tahun dilaksanakan tiga kali dengan periode ORI pertama, sebulan kemudian ORI kedua, dan enam bulan kemudian ORI ketiga atau Januari-Februari-Agustus. Penerima ORI difteri harus genap tiga kali dapatkan imunisasi, jika tidak maka kekebalan tubuh tidak maksimal dan suatu saat bisa terjangkit difteri.

“Pada ORI pertama ada lebih dari 750 warga gabungan dari usia 1-19 tahun dan dewasa, sedangkan ORI tahap dua diprediksi lebih sedikit karena usia dewasa tidak ada, justru kita inginkan pesertanya tinggi sebab ini penting untuk warga setempat khususnya masyarakat Tanggamus, namun kita hanya terapkan imunisasi lokal bukan secara keseluruhan, lokal dalam artian imunisasi dilakukan, ditempat susfect difteri saja,”tandasnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here