Ciptakan Rasa Aman, Polres Terjunkan Bhabinkamtibmas Ke Masjid

183
SILAHTUHRAHMI : Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili berserta jajaran saat bersilahtuhrahmi dengan para tokoh agama di Tanggamus, Senin sore (19/2) di kediaman Ketua MUI Tanggamus KH.Makmun Sirodj. Dalam kesempatan tersebut, kapolres meminta agar para ulama menjadi stabilisator dan dinamisator menjelang pilkada, hal ini untuk menjaga situasi tetap kondusif dan guna menangkal isu SARA. FOTO HUMAS POLRES TANGGAMUS

KOTAAGUNG – Isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) biasanya muncul secara masif di media sosial (Medsos) jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) seperti sekarang ini.

Untuk mencegah berbagai isu Sara yang berkembang di medsos, Polres Tanggamus akan menerjunkan personel Bhabinkamtibmas ke masjid-masjid yang ada di pekon/kelurahan. Hal ini agar menciptakan rasa aman kepada masyarakat.

“Polri sedang menindaklanjuti terkait berbagai kasus penyalahgunaan media sosial oleh oknum tertentu, oleh karena itu kita tidak boleh menelan mentah-mentah pemberitaan di media sosial, tetapi harus cerdas menyikapinya, “kata Kapolres Tanggamus  AKBP Alfis Suhaili saat bersilaturahmi ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus KH. Makmun Siroj, LC di Pekon Kuta Dalom Kecamatan Gisting Tanggamus, Senin sore (19/2).

Turut hadir dalam kegiatan silahturahmi antar tokoh agama tersebut antara lain Kasat Intelkam Iptu Andi Yunara, Kasat Binmas Iptu Irfansyah Panjaitan, Ketua NU Tanggamus KH. Amirudin Harun, Sekretaris Muhamadiyah Tanggamus Hi. Muhibun, Pengurus Jamaah Ahli Torikot Al Muqtabaroh Annahdiayah (Jatman) KH Ahmad Mahfud, Ketua Ponpes Nurul Quran Ustd Darul Ulum, Ketua TPQ Al Bagiatusolehah Ust. Muslim Al Karofi, Ketua LDII Tanggamus Agung Basori, Majelis Wakil Cabang NU Gisting Ust. Komarudin dan Tokoh Agama Kristen Edi Gunawan.

Dalam silaturahmi tersebut, kapolres menyampaikan berbagai permasalahan antara lain tentang adanya berbagai isu di media sosial yang dapat memecah belah masyarakat. Dan terkait Pilkada Polres Tanggamus mengharapkan para ulama dapat menjadi stabilisator dan dinamisator.

“Mari kita cegah perpecahan jangan ada isu SARA, mari kita ciptakan situasi yang kondusif,”harap Alfis.

Kapolres menambahkan bahwa Polres Tanggamus mempunyai dua patroli, yaitu patroli dunia maya dan patroli di dunia nyata, “Dalam dunia maya Polres Tanggamus sudah monitor ujaran kebencian/hate speech di media sosial yang terjadi di wilayah hukum Polres Tanggamus.”pungkas Alfis.

Sementara dalam sesi diskusi, Sekretaris Muhamadiyah Tanggamus Hi. Muhibun mengungkapkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanggamus terus menerus berkoordinasi secara Intens dengan kelompok agama untuk menciptakan Tanggamus yang kondusif.

“Kami dari tokoh agama siap berkordinasi dengan Pihak Kepolisian Polres Tanggamus untuk menciptakan situasi kondusif,”ungkap Hi. Muhibun.

Ketua NU Tanggamus KH. Amirudin Harun meminta pihak Kepolisian menindak tegas pemilik akun Media Sosial yang sangat Provokatif, membuat panas/menyebar berita bohong.

Dalam hal Pilkada, KH. Amirudin Harun menjelaskan bahwa warga NU menonjolkan hidup rukun, hidup damai dan tidak mengijinkan untuk saling menjelekan calon lain pada saat kampanye.

“Terkait habib Riziq Warga NU tidak mengikuti kegiatan tersebut karena faham yang ekstrem bententangan dengan fisafat warga NU,”ujarnya.

Dilanjutkan Ketua LDII Tanggamus Agung Basori.M.Pd, meyakini Tanggamus akan aman dibawah Polres Tanggamus apalagi saat ini ditambah BKO Brimob.

Ketua Ponpes Nurul Quran Ust. Darul Ulum mengungkapkan bahwa belum ada sosialisasi terkait Pilkada  untuk pemilih pemula di ponpes Ponpes Nurul Quran diharapkan KPU Tanggamus memberikan sosialisasi.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here