Pekon Belu Fokuskan Pembangunan Balai Pertemuan Rakyat

64
Kepala Pekon Belu Sofian Arbi (empat kiri) mengabadikan momen bersama Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi usai peresmian balai pertemuan rakyat di Pekon Belu.

KOTAAGUNGBARAT – Pemerintah Pekon Belu, Kecamatan Kotaagung Barat memfokuskan penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2017 untuk pembangunan balai pertemuan rakyat.

Kepala Pekon Belu, Sofian Arbi mengatakan, pembangunan balai pertemuan rakyat ini difokuskan lantaran sangat mendesak dan dibutuhkan. Yang mana, fungsi dari pembangunan balai tersebut yakni sebagai pusat terselenggaranya kegiatan pekon.

“Selain sebagai tempat untuk terselenggaranya seluruh kegiatan pekon, balai ini juga kita fungsikan sebagai kantor pekon sementara. Sebab, dipekon kita ini belum ada kantor pekon,” katanya, kemarin (6/1).

Sebelum adanya balai rakyat, Lanjutnya, seluruh kegiatan pekon, termasuk pemerintahan pekon masih berpusat dirumah kepala pekon. “Nah, dengan adanya dana desa ini maka kita manfaatkan untuk merealisasikan pembangunan balai pertemuan rakyat,” ujar pria yang akrab disapa Bang Pian ini.

Hasil pembangunan balai pertemuan rakyat.

Bang Pian menambahkan, pembangunan balai rakyat berukuran 15×10 meter ini menelan anggaran dana sebesar Rp 567 juta. Saat ini pembangunannya sudah rampung dikerjakan.”Bala pertemuan rakyat ini juga sudah diresmikan langsung oleh Bupati Tanggamus, Pak Samsul Hadi,” bebernya.

Ia menjelaskan, pada Tahun 2017 Pekon Belu mendapat kucuran dana dari pemerintah sebesar Rp 1.056.695.692. Dana tersebut terserap untuk tiga bidang, yakni bidang penyelenggaraan pemerintahan pekon, bidang pembangunan dan bidang pemberdayaan. Dengan rincian, untuk bidang penyelenggaraan pemerintahan pekon sebesar Rp283.467.000, bidang pembangunan sebesar Rp631.778.800 dan bidang pemberdayaan sebesar Rp 123,168,000.

“Untuk bidang penyelenggaraan pemerintahan pekon seperti pelatihan aparatur pekon dan lain-lain. Kemudian, bidang pembangunan meliputi balai pertemuan rakyat, pengadaan sarana pemukiman, pengadaan alat kesehatan, pengadaan sound sistem sanggar seni, panggung, dan kursi plastik. Sementara dibidang pemberdayaan meliputi pemberdayaan dibidang pendidikan, kesehatan, keamanan ekonomi, sosial, budaya dan agama, ” ungkapnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here