Jalan Berlubang Lintasi 5 Pekon di Wonosobo Perbaikan yang dilakukan dinilai Tanggung

260
ilustrasi

WONOSOBO – Jalan lintas pekon di Kecamatan Wonosobo butuh perbaikan, mirisnya kerusakan jalan di ruas ini dari mulai berlubang sampai kembali lagi menjadi onderlagh.

Menurut Puji, warga Pekon Banjarnegoro, Kecamatan Wonosobo, perbaikan yang dilakukan pemerintah empat bulan lalu tanggung. Sebab perbaikan hanya dilakukan dari Pasar Pangkul sampai sebagian Pekon Banjar Negoro atau ke arah barat yang melintas Pekon Pangkul, Sri Melati, Banjar Sari, dan sebagian Banjar Negoro. Padahal ruas jalan tersebut bisa sampai Pekon Karang Anyar ke arah timur atau empat pekon lagi.

“Perbaikannya tanggung sekali, kenapa tidak sepanjang jalan ini diperbaiki hanya dari Pasar Pangkul sampai Banjarnegoro. Kalau bisa perbaikannya sekalian supaya jalan yang bagusnya juga panjang,” ujar Puji, Senin (22/1).

Kondisi kerusakan di ruas Pekon Banjarnegoro berupa lubang-lubang. Meskipun kecil-kecil namun semakin lama bisa melebar. Dan akhirnya rusaknya bertambah parah. “Jadi nanti pasti separuh rusak, separuhnya agak rusak. Kalau caranya seperti itu sama jalan ini rusak, sebab perbaikannya cuma separuh. Maunya bagusin semua jadi kalau nanti rusak pasti rusaknya juga sedikit,” terang Puji.

Ia menilai, sebenarnya tidak terlalu besar anggaran untuk perbaikan sebab mulai sebagian Pekon Banjarnegoro, Dadimulyo sampai pertigaan Pekon Dadirejo bisa dilakukan tambal sulam. Lantaran tidak seluruhnya jalan berlubang. Lubang agak banyak dan besar di ruas Dadisari, Dadirejo, Karanganyar, sedangkan sebagian Banjarnegoro lubang hanya sedikit meski lebarnya bervariasi antara 30 cm sampai 1,5 meter persegi.

“Kalau memang anggarannya sedikit tambal sulam saja yang penting bagus, mumpung lubangnya belum banyak. Sebab kalau mau di tebalkan aspalnya danannya pasti besar. Atau apa mau tunggu rusak parah dulu baru diperbaiki,” ujar Puji.

Kerusakan terparah di ruas jalan ini ada di ruas Pekon Dadirejo dan Pekon Karanganyar. Di ruas Dadisari lubang mulai merata dan lebar-lebar, bahkan sampai selebar badan jalan dan panjangnya tiga meter sampai 20 meter. Kemudian di Pekon Karanganyar jalan sudah menjadi onderlagh lagi dari semula aspal hotmix. “Kalau Dadirejo sampai Karanganyar sudah lima tahun tidak ada perbaikan makanya jalannya sudah tidak karuan,” ujar Eko, warga Pekon Dadirejo.

Ia mengaku hal yang tidak mengenakan saat hujan, karena jalan sudah seperti kolam, genangan ada di sepanjang jalan. “Kalau hujan, air di sini tidak bisa mengalir ke parit, jadi tergenang saja di jalan. Makanya kalau hujan di sini sudah seperti kolam. Jadi kalau bisa diperbaiki sebab aspal jalannya sudah tidak ada tinggal batu-batu jalan yang dulu saja,” ujar Eko.

Kemudian harapan terbesar warga adalah peningkatan sebagian jalan di Karanganyar. Sebab kerusakan di ruas ini dari mulai kerusakan jalan, sampai pada rekonstruksi jalan ke titik jembatan gantung merah. Kondisi ruas yang direkonstruksi saat ini masih onderlagh sejak 2015. Saat itu rekonstruksi bersamaan dengan pembuatan talud di kanan-kiri sisi jalan.

“Kalau bisa jalan ke sana cepat diaspal, sebab sudah setahun lebih dibiarkan onderlagh. Terus lainnya diaspal lagi,  sebab jalur ini termasuk penting karena menuju ke Pantai Soumil, tempat untuk wisata. Kalau jelek seperti ini pengunjung dari luar daerah kapok ke ke sini lagi,” kata Eko.

Selain pada ruas Banjar Negoro sampai Karanganyar, perbaikan juga perlu di ruas Pekon Wonosobo, Banyuurip dan Dadirejo yang merupakan pertigaan jalan strategis. Perbaikan tambal sulam pernah dilakukan tahun 2016 itupun hanya di Banyuurip. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here