Tiga lokal di SDN 1 Sanggi Butuh Perbaikan Setiap Hujan Selalu Kebocoran

407
BUTUH PERBAIKAN: Beginilah salah satu lokal kelas di SDN 1 Sanggi Kecamatan Bandarnegerisemuong yang kondisinya memprihatinkan, dimana atap jebol sehingga setiap hujan maka ruang kelas menjadi basah dan murid harus menepi kepinggiran kelas agar tidak basah.(Foto Rio Aldipo)

BANDARNEGERISEMUONG — Sebanyak tiga lokal belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sanggi Kecamatan Bandarnegerisemuong (BNS) kondisinya memprihatinkan dimana atap jebol ditambah cat kusam mengelupas. Dengan kondisi yang seperti ini tentu membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi terganggu.

Kepala SDN 1 Sanggi, Ismail mengatakan, lokal belajar yang rusak tersebut yakni kelas IIa, IIb dan kelas IVb. Dimana pada bagian atasnya baik seng maupun plafon banyak yang sudah jebol, sehingga kalau hujan deras  terpaksa bergeser ke sisi yang tidak bocor.

“Dulu kalau hujan deras ya siswa kita pulangkan, sebab basah semua, mau dipindah kelokal lain tidak mungkin. Kalau sekarang tidak pulang, siswa cukup bergeser ke tempat yang tidak bocor. Jadi bisa dibilang kerusakan sudah mencapai 75 persen dan ini sudah berlangsung sejak 2014 lalu, “ujar Ismail, kemarin.

Dilanjutkan Ismail, bahwa pihak sekolah sudah berupaya memperbaiki ala kadarnya dengan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS),  namum hal itu rupanya masih belum bisa mengatasi permasalahan.” Kami tidak berdiam diri, apa yang bisa kami perbaiki ya kami lakukan, untuk tiga lokal kelas itu sudah diganti sengnya sebanyak tiga kodi atau 60 lembar, tapi masih saja saat hujan bocor, “kata dia.

Selain, kerusakan tiga lokal, SDN 1 Sanggi juga mengalami kekurangan kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar harus dilakukan bergantian, belum lagi bagian jendela dan pintu yang sudah lapuk dimakan usia.

“Lokal kelas yang kurang itu yakni lokal III b dan II c. Kami sudah mengajukan usulan perbaikan dan sudah pernah ditinjau dari Disdik Tanggamus dan tim verifikasi pada Juni 2017 lalu, tapi belum juga direalisasikan, untuk itu kami berharap di 2018 ini bantuan rehab berat dan penambaham lokal bisa terealisasi, “pungkas Ismail.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Tanggamus melalui Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Pendidikan mengakui jika banyak ruang SD di Kabupaten Tanggamus yang kondisinya rusak sehingga membutuhkan rehab. Kabid Sarpras Pendidikan  Djoko Saputro mendampingi Kepala Disdik Tanggamus  Johansyah mengatakan bahwa saat ini jumlah SD di Tanggamus sebanyak 408 SD dengan jumlah total ruang kelas sebanyak 2. 808 ruangan. Dari total ruang kelas tersebut terdata sebanyak 123 diantaranya sudah rusak berat.

“Memang masih banyak yang harus kami tangani terkait ruang kelas SD ini, bahkan ada 123 ruang kelas yang sudah tidak layak lagi dipakai kegiatan belajar mengajar, namun apa boleh buat anggaran kita saat ini sangat minim, baik dari pusat maupun daerah. Seperti tahun ini kami hanya bisa merehab ruang kelas SD sebanyak 18 ruang kelas, dan membangun ruang kelas baru sebanyak 7 ruang kelas saja dan membangun jamban SD sekitar 10 unit,” ujar Joko.

Ia juga mengakui bahwa tidak hanya ruang kelas yang rusak berat,  tetapi SD yang kekurangan lokal baru juga masih banyak. Kalau ditotal  se Tanggamus kekurangan ruang kelas SD sebanyak 319 ruang kelas baru.

Kekurangan ruang kelas tersebut dikarenakan beberapa faktor, utamanya semakin banyaknya anak usia SD yang ingin bersekolah. sedangkan ruang kelas sebagian besar SD di Tanggamus belum mencukupi untuk menampung siswa baru, untuk memenuhi kurangnya ruang kelas tersebut, maka direncanakan pembangunannya secara bertahap, dan didahulukan kebutuhan yang mendesak, yakni jumlah murid telah melebihi kapasitas ruang kelas, sehingga berimbas kegiatan belajar mengajar tidak berjalan optimal.

“Jadi kita akan penuhi kekurangan ruang kelas untuk SD ini, namun pembangunannya tidak bisa diwujudkan secara cepat, akan tetapi secara bertahap, maka akan diverifikasi berdasarkan jumlah murid SD setempat,” terang Joko. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here