Keterbatasan Anggaran, Jalan Pekon Waypanas Batal Diperbaiki

347

WONOSOBO – Warga Pekon Waypanas, Kecamatan Wonosobo, sepertinya bakal gigit jari. Pasalnya, jalan rusak yang rencananya akan diperbaiki di Tahun 2018 batal dilakukan lantaran keterbatasan anggaran yang saat ini tengah terjadi di┬áKabupaten┬áTanggamus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Tanggamus Riswanda Djunaidi melalui Kabid Bina Marga Ishak Basuki mengaku, sebenarnya dinas PU sudah berupaya agar jalan rusak di Pekon Waypanas diperbaiki, yakni dengan cara mengusulkannya ke pusat. Namun, usulan tersebut tidak diaetujui oleh pusat.

“Kita sudah memprioritaskan perbaikan jalan itu. Dan kita juga sudah buat usulan di Dana Alokasi Khusus (DAK). Kebijakannya ada dipusat. Ternyata pusat tidak menyetujui, karena mereka punya rumus dan hitungan matematis sendiri. Jadi, mana yang kita prioritaskan belum tentu diprioritaskan oleh pusat, ” ujarnya, kemarin (18/12).

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus juga sebenarnya ingin memperbaiki seluruh infrastruktur yang ada di Bumi Begawi Jejama ini, termasuk jalan di Pekon Waypanas. Namun karena keterbatasan anggaran dan beberapa waktu lalu juga banyak terjadi bencana alam, maka Pemkab memprioritaskan pembangunan yang sifatnya darurat terlebih dahulu.

“Tahun ini kita banyak bencana. Dan untuk APBD lebih cenderung ke yang urgent dulu. Makanya untuk perbaikan jalan Waypanas tidak masuk di tahun 2018, karena keterbatasan anggaran,” ujar Ishak.

Diketahui, kondisi jalan penghubung antar pekon yang menghubungkan Pekon Kanyangan kecamatan Kotaagung Barat dengan Pekon Waypanas kecamatan Wonosobo, kian memprihatinkan.

Dimana, jalan onderlagh sepanjang 4 kilometer tersebut sudah rusak total dan berlubang. Ironisnya, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi lebih dari lima tahu dan hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah setempat.

“Kerusakan jalan ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahun, tapi sampai sekarang belum diperbaiki oleh pemerintah,” kata Iskandar, salah seorang warga setempat.

Padahal, ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, baik untuk keluar masuk pekon maupun mengangkut hasil bumi. ” Dengan kondisi jalan yang seperti ini tentu dapat menganggu mobilitas warga dan bisa berdampak pada terhambat laju perekonomian warga di dua pekon,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Kepala Pekon Way Panas Idham Khalid mengaku, pihaknya sudah sering mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke dinas terkait. Namun hingga kini belum juga direalisasikan oleh pemerintah setempat. “Sudah lebih dari tiga kali saya ngajuin proposal, tapi sampai sekarang belum juga direalisasikan,” pungkasnya. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here