75 Ribuan Warga Belum Rekam Data

69
ilustrasi

KOTAAGUNG-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus terus berupaya untuk mengejar target perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-EL) di Bumi Begawi Jejama, caranya adalah dengan jemput bola, datangi warga untuk lakukan perekaman.

Menurut Kepala Disdukcapil Tanggamus, Syarif Husin masyarakat wajib KTP yang belum melakukan perekaman 75.487 jiwa. Angka tersebut tergolong tinggi.Perekaman dilakukan oleh unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di tiap kecamatan, dan dari petugas Disdukcapil Tanggamus.

“Kami kejar terus sampai semampu kami. Sekarang KUPT di tiap kecamatan, dan operator dari dinas terus perekaman keliling,” kata Syarif, Senin (11/12).

Ia mengaku, tidak berani juga menarget perekaman tercapai 100 persen di akhir tahun. Sebab kendala mulai dari luas wilayah, kondisi infrastruktur, persebaran penduduk, jumlah penduduk, kesadaran masyarakat turut menghambat capaian perekaman. Namun minimal mendekatkan target perekaman yang jumlahnya 443.874 orang wajib KTP. Sedangkan telah perekaman 368.387 orang.

“Imbauannya kepada masyarakat yang belum perekaman segera perekaman. Sebab kepemilikan KTP itu penting untuk keperluan administrasi, dan itu bisa berlaku selamanya,” terang Syarif.

Sampai saat ini tiga kecamatan yang masih rendah yakni Pugung, warga belum perekaman 9.815 orang dari target 45.253 orang. Lalu Kec Semaka 6.660 orang dari 28.285 orang. Kemudian Ulu Belu 5.959 orang dari target 30.144 orang.

“Kecamatan-kecamatan itu masih rendah karena jumlah penduduknya banyak, wilayahnya luas, kondisi infrastruktur, dan masih banyak warga yang merantau maka tidak bisa perekaman,” ungkap Syarif.

Sedangkan untuk kecamatan tertinggi perekaman saat ini yakni Sumber Rejo hanya tinggal 413 orang dari target 24.738 orang. Lalu Kota Agung yang belum 2.774 dari target 30.179 orang. Dan Gisting yang belum 5.065 orang dari target 30.661 orang.

Syarif mengaku akan konsultasi ke Kemendagri guna melaporkan perkembangan capaian perekaman, berbagai usaha yang telah ditempuh, dan jika tidak tercapai 100 persen dari Disdukcapil Tanggamus telah berusaha maksimal. “Jadi konsultasi ini untuk pemberitahuan ke pusat jika kami juga sudah berusaha maksimal, dan nanti bagaimana keputusannya diserahkan ke pusat,” pungkas Syarif.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here