“Tanggamus Adalah Kita” Tingkatkan Toleransi Antar Umat Beragama, SP2N Gelar Diskusi

121
TINGKATKAN TOLERANSI : Solidaritas Pemudi-Pemuda Nusantara (SP2N) Kabupaten Tanggamus menggelar dialog kebangsaan antar umat beragama, Sabtu (24/11) di Hotel 21 Gisting. Diskusi ini untuk menjaga toleransi antar umat yang sudah lama terjaga di Kabupaten Tanggamus. (Foto Rio Aldipo)

GISTING—Solidaritas Pemudi-Pemuda Nusantara (SP2N) Kabupaten Tanggamus menggelar dialog kebangsaan antar umat beragama, Sabtu (24/11) di Hotel 21 Gisting.

Acara diskusi yang mengusung tema “Meningkatkan Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara di Bumi Begawi Jejama” itu mengundang sejumlah tokoh dan mahasiswa, seperti tokoh agama mulai dari Islam, Hindu,Katholik dan Protestan, lalu tokoh masyarakat Gisting yang juga Anggota DPRD Lampung Akhmadi Sumaryanto, Danramil Talangpadang Kapten. Arh. Maman, Sekcam Gisting Roihan dan perwakilan Polsek Talangpadang. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabag Tapem Setkab Tanggamus Robin Sadek.

Konsep acara yang dikemas khusus dengan suasana santai dan diiringi alunan musik akustik dengan lagu santai dari Insan Seni Budaya Tanggamus (ISBT) membawa situasi terasa damai dan tenang.

Ketua pelaksana acara, Aang Kurnaedi, dalam sambutanya mengatakan, bahwa Kabupaten Tanggamus miliki ragam budaya dan agama yang hidup berdampingan. Dan kerukunan itu masih tetap terjaga hingga sekarang.

“Kami ingin Kabupaten Tanggamus ini tetap kondusif dan indah tanpa dicampuri oleh kepentingan apapun, apalagi kepentingan pribadi atau golongan,” kata Aang Kurnaedi.

Selanjutnya Aang juga mengungkapkan bahwa, sudah banyak contoh di negeri ini terjadi perpecahan dengan mengatasnamakan agama, dan akhirnya yang menjadi korban tidak lain adalah masyarakat sipil yang merupakan putra putri generasi penerus bangsa.

“Tergerak dari hal itulah maka diadakanya acara diskusi ini. Kami ingin seluruh warga Tanggamus selalu bergandengan tangan, kasih mengasihi dan saling menghormati satu sama lain tanpa melihat latar belakangnya. Kami juga ingin agar kita berfikir bersama, meningkatkan toleransi antar umat beragama dalam kehidupan masyarakat,karena Tanggamus adalah kita, bukan aku, kamu atau kalian,” katanya.

Sementara itu Pemkab Tanggamus melalui Kabag Tata Pemerintahan, Robin Sadek mengapresiasi  SP2N yang telah mengadakan acara diskusi antar umat beragama tersebut.

“Acara semacam ini sudah sangat jarang kita temui di Kabupaten Tanggamus, saya pribadi dan atas nama Pemda Tanggamus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas diselenggarakanya acara ini,” ungkap Robin Sadek.

Diakui Robin Sadek, bahwa Kabupaten Tanggamus terdiri dari berbagai macam suku dan agama sehingga Tanggamus bisa juga disebut sebagai Indonesia mini.

“Hampir semua suku yang ada di Indonesia ada disini, begitupun bermacam agama juga ada disini. meskipun hingga saat Tanggamus kondusif, namun sangat perlu untuk kita saling kembali mengingatkan dan mendalami arti sesungguhnya tentang persatuan dan kesatuan. Kita bersatu bukan karna satu, kita bersama bukan hanya karna sama, tapi kita bersatu karna dapat menyatukan keragaman itu menjadi satu, begitu pula dengan kebersamaan,” kata Robin.

Danramil Talangpadang Kapten.Arh.Maman dalam kesempatan tersebut juga mengajak masyarakat khususnya anak muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Sebab saat ini sudah banyak oknum yang menggunakan medsos untuk ajang menebar fitnah dan kebencian.

“Menggunakan medsos boleh, tapi harus bijak,  kita harus paham mana saja yang boleh dishare atau sebaliknya. Jangan buru-buru men-share kabar yang belum pasti kebenarannya, mari kita jaga kekondusifan Tanggamus, ” ujar Maman.

Pujian juga dilontarkan, anggota DPRD Lampung Akhmadi Sumaryanto kepada SP2N yang sudah menggelar dialog antar umat beragama.

“Kegiatan ini bagus ada komunikasi antar umat, supaya saling memahami,  dalam Islam sudah ada acuan soal toleransi namun ada batasannya. Lakum dinunukum waliadin.  Kalau bisa seperti  itu maka tidak ada konflik. Konflik itu orang tidak paham tapi mengklaim paham,” kata Akhmadi.

Perbedaan lanjut Akhmadi adalah hal yang wajar sehingga jangan sampai gara gara perbedaan merusak persatuan, baik sesama tentangga dan juga keluarga. “Perbedaan bukan suatu yang ditakutkan, perbedaan bukan suatu yang harus diruncingkan,  karena perbedaan kita disini,” pungkas Akhamdi. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here