Waterway Jebol, Dewan Sebut PT.TEP Ceroboh

111
SIDAK TANGGUL : Komisi III DPRD Tanggamus saat meninjau waterway atau saluran air milik PT TEP yang jebol dan menyebabkan beberapa rumah rusak dan hanyut. Dalam tinjauannya tersebut Komisi III menyebut jika PT.TEP Ceroboh. ( Foto Zepta Heryadi)

KOTAAGUNG — Jebolnya tanggul Waterway atau Jalan Air bendungan milik PT Tanggamus Elextronik Power (PT TEP) sepanjang 30 meter menjadi perhatian Komisi III DPRD Tanggamus. Kemarin (15/11) lembaga yang salah satu fungsinya adalah pengawasan itu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi tanggul yang jebol.

Sidak tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III DRPRD Tanggamus, Buyung Zainuddin , turut mendampingi Buyung beberapa abnggota Komisi III rombongan anggota yakni, Ahmadiyan, Ikhwadi, Diki Fauzi, Zulki Kurniawan, Ahmad Parid, Rahman Agus, Basuki Wibowo.

Menurut Buyung Zainuddin, banyak ditemukan kejanggalan dalam membangun jalan air bendungan ini. Yang pertama, pihak perusahaan diduga secara senghaja menguji coba saluran ini, padahal sudah diketahui bangunan tersebut banyak mengalami keretakan.”Kenapa mereka terus mengujicoba jika memang sudah diketahui bangunan mengalami keretakan. Ini sama saja ceroboh,”katanya

Ia melanjutkan, jika memang pihak perusahaan beralasan sebelum dikerjakan sudah melewati beberapa tahap pengujian, bukti dilapangan tidak demikian. Bahkan, Politisi PDI ini menduga jika mereka membangun saluran ini tidak sesuai spesifikasi, karena lagi di uji coba saja kwalitasnya tidak bisa di jamin, apalagi nanti kalau sudah beroprasi. Tentunya akan berdampak besar terhadap penduduk yang berada di sekitar saluran.Bahkan, rekontruksi bangunan ini juga sangat diragukan karena tidak sesuai dengan tendangan air yang ada.” Kami memastikan kejadian ini mutkal kelalayan dari pihak perusahaan,”tegas Buyung.

Anggota Komisi III Ahamadiyan menambahkan,bahwa pembangunan waterway ini tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) karena saluran air sepanjang 5,4 kilometer itu bangunan sudah banyak yang retak. Belum lagi dari ketebalan coran bangunan juga meterial yang digunakan tidak sesuai dengan SNI.”Kalau memang sesuai SNI tidak mungkin bangunan skala nasional ini bisa jebol,” ujar Politisi Demokrat itu.

Atas peristiwa yang terjadi, lanjut Ahmadiyan, pihaknya akan terus menggali penyebab saluran tersebut jebol sehingga memakan korban, bahkan diwacanakan juga untuk membentuk panitia khusus (Pansus) guna mendalami jebolnya saluran pembangkit listrik tersebut.”Kita akan bentuk Pansus guna mendalami kasus ini. Bila dilihat ke lapangan seharusnya tidak terjadi. Tapi buktinya apa, pihak perusahaan asal bangun dan tidak memikirkan dampaknya,”tutupnya.

Sementara itu, Sub Kontraktor Waterway PT TEP, Park Syang Hyun melalui juru bicaranya yang juga sebagai Asisten Kepala Keselamatan Kerja, PT.TEP Tanggamus, Ade Ismail, mengaku, jika penyebab saluran waterway jebol karena faktor alam seperti cuaca dan kelabilan tanah, sehingga ketika dilakukan ujicoba bendungan saluran tidak kuat menahan tendangan air dan menyebabkan jebol.

“Kalau penyebab pastinya belum diketahui karena masih kita tes dijakarta. Nah, tapi kalau masalah korban semua sudah kiatselesaikan dengan melakukan ganti rugi,”pungkasnya. (zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here