Keluarga Tak Menyangka, Adi dan Anton Jadi Korban Jembatan Ambrol Pamitnya Malam mingguan, Selasa Ditemukan Mengambang

78

SEMAKA – Pemakaman Adi Setiawan (17) dan Anton Saputra (21) dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pekon Sudimorobangun, Kecamatan Semaka, Selasa (14/11). Proses pemakaman dilakukan bersamaan dan makam pun berdampingan.

Menurut Wanto, kakak Adi Setiawan, pihak keluarga tidak menyangka mereka berdua sudah tiada. Antara Adi dan Anton adalah saudara sepupu. “Musibah ini tidak disangka, mulanya sehat, bercanda dan sekarang tidak bisa lagi begitu,” ujarnya, kemarin.

Ia mengaku, keluarga tidak miliki firasat dengan musibah ini. Namun diakui mereka tidak kembali setelah bermalam mingguan di Pekon Kalisari, Wonosobo, pada Sabtu (11/14) lalu. “Sebelumnya tida ada firasat apa-apa mas. Tapi karena sudah seharian tidak juga pulang, kami juga jadi curiga. Apalagi ada info orang hanyut karena jatuh dari jembatan Banjarnegara. Hal itu membuat kami jadi semakin khawatir,”  ucapnya.

Diduga kuat, Adi dan Anton jadi korban pertama patahnya lantai jembatan gantung Pekon Banjarnegara-Pekon Kanoman, sekitar pukul 23.30 WIB atau usai malam mingguan. “Kalau ke Kalisari dia pasti lewat jembatan Banjarnegara-Kanoman, bukan lewat jembatan gantung Karanganyar-Karangrejo, sebab takut di Karangrejo-nya,” ujar Wanto.

Setelah mereka terjebur ke sungai Way Semaka, barulah Ridho dan Danang yang tercebur saat lintasi jembatan pada Minggu (12/11) pukul 03.00 WIB atau beberapa jam kemudian.

Dilihat dari kondisi di lapangan, memang patahan jembatan Banjarnegara-Kanoman sudah panjang yakni sekitar tiga meter, cukup berat jika lantai seketika bolong saat dilintasi M.Ridho Pebrian dan Danang. Tentunya sudah ada yang membuat bolong dulu sebelum Ridho dan Danang.

Selain itu informasi lainnya ada bekas robekan pakaian yang tersangkut, di lantai jembatan, selain pakaian yang dikenakan Ridho dan Danang. Kemudian ada informasi lain menyebutkan jika warga Sudimoro hilang bersamaan saat hilangnya Danang.

Dalam hal ini yang disayangkan laporan orang hilang tidak dilaporkan ke Polsek Semaka, sehingga aparat tidak mengetahui adanya warga yang hilang. “Kami juga baru tahu dari aparat pekon, dan aparat pekon tidak melapor kalau tidak kami tanyakan,” kata Kapolsek Semaka AKP Muji Harjono. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here