Pemkab Bersama P2TP2A Gelar Jambore Anak

386

KOTAAGUNG — Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lamban Ratu Agom bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menggelar kegiatan Jambore Anak 2017, di Lanpangan pemkab. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi,M.Pd.I.

Turut hadir dalam kegiatan Jambore Anak antara lain Sekda Kabupaten Tanggamus Andi Wijaya,S.T,M.M , Wakil Ketua TP PKK Tanggamus yang juga merupakan Ketua P2TP2A Lamban Ratu Agom Hj.Af’illah,S.Pd.I, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tanggamus, Arjuliati Syam, para asisten, staf ahli , jajaran kepala OPD dilingkungan Pemkab Tanggamus dan camat.

Wabup Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd I dalam sambutannya mengatakan bahwa tindakan kekerasan dan pelecehan seksual pada anak dan perempuan yang terjadi akhir-akhir ini semestinya dapat diantisipasi dengan berbagai cara, diantaranya dengan berpakaian sopan, menghindari segala bentuk potensi terjadinya kejahatan dan melakukan kegiatan yang positif.

“Keberadaan perempuan dan anak harus dijaga dan dihormati, setop kekerasan terhadap anak dan perempuan, keteladanan dari orang tua kepada anak harus diberikan, demikian juga perempuan harus menghargai dirinya, dengan cara tetap menjaga adat istiadat dan budaya, jangan berikan kesempatan timbulnya kekerasan dengan memancing-mancing permasalahan,” ujar Samsul.

Wabup Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M. Pd. I bersama Ketua P2TP2A Tanggamus, Hj. Afillah S.Pd.I dan Kepala Dinas PP dan PA Tanggamus Destamrini Thamrin membagikan doorprize sepeda kepada peserta Jambore Anak.

Sementara itu, Ketua P27TP2A Lamban Ratu Agom, Hj. Afillah menyampaikan, P2TP2A Lamban Ratu Agom merupakan mitra pemerintah yang terbentuk berdasarkan SK bupati Tanggamus, dan sejak berdiri pada Desember 2013 lalu, hingga Oktober 2017, P2TP2A telah menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan rincian, pelecehan seksual 32 kasus, KDRT 31 kasus, pemerkosaan 28 kasus, pencabulan 12 kasus, dan 13 kasus yang lainnya, dan sebagian besar korban terbanyak adalah anak-anak yakni 71 orang dan 38 orang dewasa.

“Dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, P2TP2A mendapat bantuan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak berupa satu mobil pelindungan dan dua unit kendaraan bermotor, dan P2TP2A memiliki tiga fungsi yakni penanganan, pencegahan dan rehabilitasi, melalui jambore anak ini diharapkan menjadi salah satu upaya kita membangun kesadaran dan pemahaman bahwa anak subyek pembangunan yang harus diperhatikan sehingga kekerasan, diskriminasi dan eksploitasi anak dan perempuan dapat dicegah,”tandasnya.

Kegiatan jambore anak ini dilaksanakan selama dua hari yakni dari tanggal 6 hingga 7 November 2017, peserta jambore merupakan siswa-siswi SMA, SMK, dan guru pendamping se Kabupaten Tanggamus yang berjumlah 250 orang. Dalam Jambore Anak ini, panitia mengemas acara dengan penuh kecerian, selain adanya sejumlah games, peserta jambore juga mendapatkan pengetahuan seputar kesehatan reproduksi dari Wakil Ketua I dr. Boy Zaghlul Zaini, M.Kes.FIAS yang merupakan Wakil Ketua I IDI Wilayah Lampung. Wabup dan Sekda dalam kesempatan tersebut memberikan sejumlah hadiah seperti sepeda gunung dan alat tulis.(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here