KH. Ma’ruf Amin Ajak Santri Jaga Agama dan NKRI

425
PERINGATAN HARI SANTRI : Wabup Tanggamus Hi.Samsul Hadi,M.Pd.I berbincang akrab dengan Rois AM, PBNU, Prof.Dr. KH.Ma’ruf Amin dalam Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 di Taman Ir.Soerkarno Kotaagung, Sabtu (4/11).FOTO RIO ALDIPO

KOTAAGUNG—Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tanggamus menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Sabtu (4/11) diruang terbuka Ir. Soekarno, Kotaagung.

Dalam pengajian akbar tersebut dihadiri Rais AM, PBNU Prof Dr. KH. Ma’ruf Amin, M. A, Wakil Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi. M. Pd. I,  Ketua MUI Lampung KH. Khoirudin Tahmid, Ketua PW NU Lampung KH. Raden Soleh Bajuri, Mantan Ketua GP Anshor yang saat ini menjadi anggota DPRD Tanggamus Hi.AM.Syafii, Ketua MUI Tanggamus KH.Makmum Sirodj, Ketua Forum Ponpes Kab Tanggamus KH. M. Fadoli, Ketua PCNU Tanggamus KH. Amiruddin Harun, Sekda Tanggamus Andi Wijaya, Forkopimda dan Kepala OPD.

KH. Ma’ruf Amin dalam ceramahnya mengucapkan terimakasih kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo yang sudah menetapkan Hari Santri Nasional pada Oktober 2015 lalu.

Menurut Ma’ruf para ulama dan santri turut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Negara dan bangsa ini hasil perjuangan para ulama, dulu tentara dan polisi belum terkonsolidasi sehingga belum ada gerakan, yang bergerak itu ulama. Saat belanda berencana menjajah kembali, KH.Hasyim Asy’ari membuat fatwa jihad yang hukumnya wajib melawan penjajah belanda, ” ujar Ma’ruf.

Ditambahkan Ma’ruf Amin bahwa ada tiga tanggungjawab santri yakni tanggungjawab keagamaan, tanggungjawab keumatan serta tanggungjawab kebangsaan dan kenegaraan.

“Kita harus menjaga supaya agama tidak dirusak, bukan Islam saja, agama lain juga tidak boleh dirusak, karena itu kita harus menjaga agar jangan sampai ada yang merusak agama di Indonesia. Siapa saja yang menodai agama akan dihukum sesuai UU yang berlaku,” kata Ketua MUI itu.

Masih kata KH. Ma’ruf bahwa  santri dalam berdakwah tidak boleh keras dan tidak galak, harus santun dalam mengajak orang dengan cara sukerela, tidak memaksa (itimidasi).

“Jangan terprovokasi apabila ada yang mempertanyakan kedudukan negara dan Pancasila, sebab bagi NU, NKRI harga mati,” kata dia.

Dilanjutkan Ma’ruf bahwa ada beberapa tugas dari santri, diantaranya mengatasi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin.  “Lalu tugas santri berikutnya adalah pelajari terus agama sehingga bisa menggantikan para kiyai. Kalau punya anak lima, satu anak harus dimasukin kepesantren. Kaum santri harus menduduki posisi strategis,saya berharap NU kedepan semakin kuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Samsul Hadi, mengatakan dengan ditetapkannya Hari Santri oleh pemerintah menjadi bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Pengajian akbar ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Santri membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Kaum santri melopori penerimaan Pancasila sebagai azas negara. Bagi santri NKRI sudah final, “kata Samsul. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here